Hal-hal yang Harus Dipahami Terkait Kode Etik Advokat
Utama

Hal-hal yang Harus Dipahami Terkait Kode Etik Advokat

Banyak hal diatur dalam Kode Etik Advokat, salah satunya adalah mengenai hubungan dengan rekan sejawat.

Fitri Novia Heriani
Bacaan 3 Menit

Kemudian diatur pula hubungan dengan klien. Beberapa hal yang diatur dalam kode etik adalah advokat tidak dibenarkan memberikan keterangan yang dapat menyesatkan klien mengenai perkara yang sedang diurusnya, serta advokat tidak dibenarkan menjamin kepada kliennya bahwa perkara yang ditanganinya akan menang.

Kode etik avokat juga mengatur hubungan dengan kawan sejawat. Dalam hal ini, hubungan antara teman sejawat Advokat harus dilandasi sikap saling menghormati, saling menghargai dan saling mempercayai. Advokat jika membicarakan teman sejawat atau jika berhadapan satu sama lain dalam sidang pengadilan, hendaknya tidak menggunakan kata-kata yang tidak sopan baik secara lisan maupun tertulis.

Keberatan-keberatan terhadap tindakan teman sejawat yang dianggap bertentangan dengan Kode Etik Advokat harus diajukan kepada Dewan Kehormatan untuk diperiksa dan tidak dibenarkan untuk disiarkan melalui media massa atau cara lain. Dan advokat tidak diperkenankan menarik atau merebut seorang klien dari teman sejawat.

Diatur pula soal cara bertindak menangani perkara, ketentuan tentang kode etik, pelaksanaan kode etik, dewan kehormatan advokat, pengaduan, tata cara pengaduan, pemeriksaan tingkat pertama oleh dewan kehormatan cabang/daerah, hingga cara pengambilan keputusan, penyampaian pengambilan keputusan, dan keputusan dewan kehormatan.

Terkait sanksi, tersedia mulai dari peringatan biasa, peringatan keras, pemberhentian sementara untuk waktu tertentu, hingga pemecatan dari keanggotaan organisasi profesi. Penjatuhan sanksi etik mempertimbangkan berat atau ringannya sifat pelanggaran.

Sanksi peringatan biasa dijatuhkan jika sifat pelanggarannya tidak berat. Lalu, sanksi peringatan keras dijatuhkan jika sifat pelanggarannya berat atau kembali melanggar kode etik setelah mendapat sanksi peringatan sebelumnya.

Sanksi pemberhentian sementara untuk waktu tertentu dijatuhkan jika sifat pelanggarannya berat. Tindakan mengulangi pelanggaran kode etik setelah mendapat sanksi peringatan keras juga menjadi pertimbangan untuk menjatuhkan sanksi ini.

Pemecatan dari keanggotaan organisasi advokat dilakukan jika pelanggaran kode etik terbukti dengan maksud dan tujuan merusak citra serta martabat kehormatan profesi. “Pemberhentian sementara untuk waktu tertentu harus diikuti larangan untuk menjalankan profesi advokat baik di luar maupun di muka pengadilan,” ujar Nikolas.

Sanksi jenis ini atau sanksi pemecatan dari keanggotaan organisasi profesi juga ditembuskan informasinya kepada Mahkamah Agung.

Tags:

Berita Terkait