"Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi kita bersama untuk terus mendorong kemajuan pembangunan hukum di Indonesia. Hukum adalah elemen fundamental, landasan penting untuk melindungi kepentingan nasional," ujarnya.
Menurut Amrih, hukum nasional maupun hukum internasional memiliki peran strategis dalam diplomasi. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak menjadikan hukum sebagai kekuatan Indonesia dalam menghadapi tantangan global.
Sementara itu, pemenang kategori Hakim, Wakil Ketua Pengadilan Agama Nganjuk Muhamad Isna Wahyudi, berharap kolom opini Hukumonline terus menjadi ruang berbagi gagasan bagi akademisi dan praktisi hukum.
"Saya juga mengundang kepada para akademisi hukum dan juga praktisi hukum untuk ikut memberikan kontribusi pemikiran hukum dengan mengirimkan tulisan kepada redaksi Hukumonline. Kolom opini Hukumonline sangat penting untuk memberikan pencerahan hukum kepada masyarakat," kata dia.
Selanjutnya, pemenang kategori Jaksa, Jaksa Fungsional pada Kejaksaan Agung RI Jefferson Hakim, menilai penghargaan tersebut bukan semata-mata bentuk pengakuan terhadap penulis, tetapi juga apresiasi atas gagasan yang mampu memberi manfaat bagi pembaca.
"Penghargaan ini bukan tentang kemasyhuran pribadi belaka, melainkan sebagai apresiasi atas akal pikiran seorang penulis yang tersalurkan dan dinikmati oleh para pembaca. Kiranya setiap tulisan tersebut menginspirasi mahasiswa, akademisi, praktisi, bahkan masyarakat umum untuk memiliki perspektif hukum yang lebih luas," tuturnya.
Ia berharap Anugerah Ibrahim S. Assegaf Kolumnis Favorit Pembaca terus diselenggarakan agar semakin banyak penulis baru yang terdorong menyampaikan gagasan di bidang hukum.
















