Meski Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tadi malam sudah merespon hasil audit Badan Pemeriksa Keuagan (BPK) terhadap Bank Century, tidak demikian dengan jajaran menteri di bidang perekonomian. Di temui di kantornya Selasa siang (24/11), Menko Perekonomian Hatta Rajasa, belum mau berkomentar seputar hasil audit investigasi BPK tersebut. “BPK sudah kasih laporan tentu nanti akan dipelajari. Presiden juga sudah kasih arahan yang jelas pada pidatonya tadi malam. Nanti dipersilahkan direspon,” ujar Hatta.
Meski perekonomian nasional sedang digoyang skandal Century, namun Hatta berharap perekonomian tetap berjalan. Menurutnya, pemerintah tetap berusaha menjaga investasi di sektor keuangan, termasuk di pasar modal supaya tumbuh sehat. Salah satu caranya dengan membuat instrumen yang mendukung investor, baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang.
Hatta juga belum mau mengomentari audit BPK yang menyatakan bahwa penyaluran modal sementara ke Bank Century oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) setelah Perppu No. 4 Tahun 2008 tentang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) ditolak DPR, tidak memiliki dasar hukum. “Gini waktu saya sebagai Mensesneg menerima surat, memang pada waktu itu sama sekali tidak ada kata-kata menolak. Waktu itu, kata-katanya hanya meminta dimasukkan dalam draft RUU JPSK yang baru,” papar Hatta.
Rencananya sore ini di Gedung Departemen Keuangan akan diadakan jumpa pers bersama yang akan dihadiri Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Deputi Gubernur Bank Indonesia, dan LPS, untuk menanggapi hasil audit investigasi BPK terkait aliran dana ke Bank Century.
















