Ini Tantangan Indonesia Setelah Krisis Keuangan
Terbaru

Ini Tantangan Indonesia Setelah Krisis Keuangan

Indonesia harus terus bersiap untuk menghadapi krisis-krisis berikutnya.

Willa Wahyuni
Bacaan 3 Menit

Dari krisis yang sudah melanda Indonesia, pemerintah selalu memitigasi dan mencegah kejadian yang akan terjadi lagi termasuk setelah mengalami krisis sehingga saat ini Kementerian Keuangan telah berhasil melakukan pemulihan dan mengelola krisis dengan baik.

“Setelah krisis tidak berarti bakal tidak ada krisis lagi, setiap negara belajar dari situ. Krisis global pada 2009-2010 membuat pemerintah belajar menyempurnakan regulasi di sektor perbankan, lembaga keuangan bukan bank, hingga dana pensiun. Setiap pelajaran itu pasti painful tapi itu harus kita tempuh,” imbuhnya.

Kemudian, sebagai negara yang bisa pulih dan mengatasi krisis dengan baik, Indonesia harus terus bersiap untuk menghadapi krisis berikutnya. Sri Mulyani mengatakan krisis perubahan iklim salah satu krisis yang nyata di depan mata.

Pemerintah dinilai tidak tinggal diam dalam mengatasi krisis perubahan iklim. Untuk itu, saat ini disetiap krisis negara harus hadir dan mendukung dengan keuangan yang mumpuni sebagai instrumen utama dan pertama dalam menghadapi krisis.

Lalu setelah Indonesia dapat melalui krisis sebanyak tiga kali dengan baik, Sri Mulyani mengatakan challenge yang segera dihadapi Indonesia selanjutnya adalah populasi yang besar yang bisa diartikan positif dan negatif. 

Pengaturan yang ada saat ini harus memfokuskan produktivitas yang tinggi, oleh karena itu investasi sumber daya manusia di bidang pendidikan menjadi salah satu cara. 

“Kalau pertumbuhan penduduknya banyak, maka setiap anak membutuhkan negara hadir di dalamnya. Negara yang punya populasi yang besar dan banyak anak muda itu advantage untuk growing,” tukasnya.

Dia mengatakan, Indonesia telah menyiapkan dana abadi sebesar Rp140 triliun utnuk menopang kebutuhan penelitian, dana kebudayaan, dana pesantren, hingga kebutuhan pendaftaran ke perguruan tinggi di seluruh dunia.

“Investasi di bidang pendidikan sekarang di keuangan negara itu banyak instrumennya, 20% dari anggaran pendidikan dialokasikan,” ujar Menkeu.

Kendati demikian, Menkeu mengatakan investasi untuk sumber daya manusia tidak bisa dilihat perkembangannya dalam waktu singkat, melainkan butuh berpuluh tahun dengan jalur yang sudah benar saat ini.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info