Solidaritas Irlandia terhadap Palestina memiliki akar sejarah yang dalam, terkait dengan pengalaman pemerintahan kolonial Inggris. Kelompok nasionalis di Irlandia Utara kerap mengibarkan bendera Palestina sebagai simbol perjuangan bersama. Presiden Israel Isaac Herzog juga memiliki koneksi dengan Irlandia. Sebab kakeknya menjabat sebagai Kepala Rabi Negara Bebas Irlandia sebelum pindah ke Israel.
Israel telah membunuh lebih dari 46.000 warga Palestina di Gaza sejak perang genosida yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 lalu. Sebagian besar korban adalah anak dan perempuan. Sejak genosida yang dilakukan Israel sebanyak 105.00 terluka.
Pada Desember 2023, Afrika Selatan menggugat Israel di ICJ atas perang di Jalur Gaza dan meminta pengadilan internasional itu untuk mengambil tindakan sementara terhadap Israel. Afrika Selatan menegaskan tindakan Israel terhadap penduduk wilayah kantong Palestina itu melanggar Konvensi Genosida.
Pada Januari 2024, ICJ kemudian memerintahkan Israel mengambil tindakan untuk mencegah genosida di Jalur Gaza, menghukum siapa pun yang mendorong genosida terhadap warga Palestina, dan memastikan aliran bantuan kemanusiaan kepada penduduk Gaza. Namun, ICJ tidak mewajibkan Israel menghentikan serangan seperti yang diminta Afrika Selatan dalam gugatannya.
International Criminal Court (ICC) juga telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan mantan kepala pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Irlandia adalah salah satu negara yang paling gencar mengecam respons Israel terhadap serangan kelompok Hamas pada 7 Oktober 2023, yang memicu lingkaran kekerasan terakhir di seluruh kawasan itu.
















