Anggota Fraksi PKB itu pun mengecam keras dugaan kekerasan yang terjadi di Daycare Little Aresha. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencerminkan hilangnya nilai kemanusiaan. Ia meminta aparat penegak hukum menindak tegas seluruh pihak yang terlibat, baik pengelola maupun pendiri daycare tersebut.
“Saya juga mendesak instansi yang berwenang lainnya untuk memulihkan trauma fisik maupun psikologis pada anak dan orang tua yang menjadi korban daycare tersebut dengan optimal,” tegasnya.
Terpisah, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, juga mengecam keras kasus tersebut. Ia menyampaikan simpati mendalam kepada para korban dan keluarga yang terdampak.
“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa ditawar. Setiap bentuk kekerasan pada anak adalah pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apa pun,” ujarnya.
Menurutnya, kasus ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem pengawasan terhadap lembaga pengasuhan anak. Kementerian PPPA akan terus mengawal proses penanganan kasus sekaligus memastikan pemulihan korban berjalan optimal.
KemenPPPA bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan lainnya telah dan akan terus memberikan pendampingan psikososial bagi korban dan keluarga. Upaya ini mencakup pemulihan secara komprehensif dan berkelanjutan, evaluasi sistem pengawasan dan perizinan daycare, peningkatan edukasi publik mengenai hak anak, serta penguatan sistem pengaduan dan respons cepat terhadap kasus kekerasan.
Sementara itu, Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga bergerak cepat dengan melakukan pendataan ulang terhadap seluruh daycare di wilayah Kota Yogyakarta, terutama terkait aspek perizinan.
















