Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berupaya agar industri memanfaatkan lebih banyak hutan tanaman, terutama hutan tanaman rakyat (HTR) dan hutan rakyat. “Satu cara meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menciptakan lapangan kerja,” tutur Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan saat membuka Workshop Industri Kehutanan Berbasis Hutan Rakyat di Jakarta, Senin (15/11).
Saat ini, ujarnya, penggunaan bahan baku dari hutan tanaman untuk industri pengolahan kayu melonjak drastis dari 10,3 juta meter kubik (m3) pada tahun 2004 menjadi 24,5 juta m3 pada 2008.
Di sisi lain, kata Menhut, pasokan kayu dari hutan alam merosot dari 25 juta m3 pada 2004 menjadi 7,4 juta m3 tahun 2008, seiring turunnya potensi tegakan di hutan alam. Kondisi ini menggambarkan posisi hutan tanaman yang makini kuat sebagai sumber pasokan dan menjadi basis serta tulang pungung bagi industri pengolahan kayu.
"Karena itu, hutan tanaman menjadi masa depan sektor ini dalam menghadapi pasar internasional. Apalagi, Indonesia memiliki daya saing komparatif dengan iklim dan tingkat kesuburan lebih tinggi, sehingga daur tanaman lebih pendek."
Meski demikian, Kemenhut juga melaksanakan relaksasi peraturan dalam pemberian perizinan industri, penyederhanaan tata usaha kayu dari hutan rakyat, memperkuat kemitraan yang saling menguntungkan antara industri dan masyarakat.
Menurut data Kemenhut, sampai kini sudah ada 30 industri pengolahan kayu di Jawa yang bermitra dan membagikan ratusan juta bibit tanaman kepada rakyat. "Kita juga menyerahkan kewenangan menteri kepada kepala desa atau lurah serta penggunaan nota penjualan oleh masyarakat untuk surat keterangan asal-usul (SKAU) 21 jenis tanaman dari hutan rakyat."
Berbagai upaya tersebut, menurut menteri, berdampak pada peningkatan investasi industri kehutanan selama 2006-Juli 2010. Tercatat sudah ada 62 unit lokasi dengan nilai investasi mencapai Rp2,9 triliun dan menyerap 27.000 tenaga kerja. Untuk mendukung berbagai langkah terobosan itu, kementerian juga membangun kebun bibit rakyat dengan bantuan dana Rp50 juta setiap unitnya.
















