Selain adanya tindakan penyelewengan, BBM bersubsidi habis untuk menyukseskan dua event besar yang diselenggarakan, yakni KTT ASEAN dan Sea Games XXVI. ‘Diperkirakan hingga akhir tahun ini kelebihan kuota BBM bersubsidi mencapai 1,4 juta KL, dari kouta yang ditetapkan sebesar 40,49 juta kl,” ujarnya di DPR akhir November lalu.
Namun, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Evita Legowo, membantah over kuota penggunaan BBM bukan dikarenakan adanya pelaksanaan SEA Games dan KTT Asean. Dia menegaskan, permintaan kuota BBM bersubsidi dalam APBN-P 2011 yang sebesar 40,49 juta kl itu sudah termasuk dalam penggunaan event-event besar seperti Sea Games dan KTT Asean.
Evita menjelaskan, penyebab utama over kuota adalah adanya disparitas harga antara BBM bersubsidi dan BBM nonsubsidi yang tinggi. Hal ini mengakibatkan banyaknya penyimpangan penggunaan BBM bersubsidi. “Banyak beberapa kendaraan seharusnya tidak mengambil, tapi masih memakai BBM bersubsidi karena disparitas harga,” terangnya.
Sementara itu, VP Corporate Communication PT Pertamina, M Harun, meminta semua pihak tidak saling menyalahgunakan terkait terlampauinya kuota BBM bersubsidi. Sebaliknya, dia mengimbau dicari jalan keluar yang baik untuk mengatasi masalah ini agar kebutuhan BBM bersubsidi untuk masyarakat dapat terpenuhi.
















