Direktur LBH Yusuf, Mirza Zulkarnaen turut membagikan latar belakang berdirinya LBH ini, yang lahir di tengah masa pandemi Covid-19 sebagai respons terhadap memburuknya kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Saat itu, banyak pengacara yang terpanggil untuk membantu masyarakat yang terdampak.
"Banyak orang kehilangan pekerjaan, kehilangan tempat tinggal, dan menghadapi masalah hukum yang pelik. Di sinilah kami hadir. Tahun pertama kami berdiri, sudah ada banyak kasus yang ditangani. Ada 50 kasus yang ditangani dimulai dari tahun 2024. Mulai dari kasus keluarga, pertanahan, hingga kasus-kasus pelik menjelang Pilpres dan Pilkada," jelasnya.

Direktur LBH Yusuf, Mirza Zulkarnaen. Foto: RES
Bagi Mirza, kerja sama dengan Hukumonline adalah langkah penting untuk memperluas akses publik terhadap edukasi hukum, terutama bagi masyarakat yang tidak mampu menggunakan jasa pengacara secara komersial. Serta, dimulainya kontribusi LBH Yusuf secara reguler lewat rubrik Klinik Hukumonline.
"Pertanyaan-pertanyaan unik yang masuk ke Klinik Hukum akan kami respons dengan pengalaman langsung di lapangan. Kami ingin suara masyarakat bawah juga mendapat tempat, dan kami percaya Hukumonline adalah mitra yang tepat untuk itu," paparnya.
Advokat LBH Yusuf, Elly Muzdalifah menambahkan, dengan adanya para advokat muda di LBH Yusuf nantinya akan memberikan pelayanan yang baik. Mengingat, mereka memiliki semangat yang tulus dalam melayani masyarakat.
"Mudah-mudahan, kerja sama ini jadi amal baik, bukan hanya bagi LBH Yusuf, tapi juga bagi Hukumonline dan seluruh pihak yang terlibat dalam menyebarkan edukasi hukum ini," ujarnya.
Kerja sama ini bukan hanya soal membagi pengetahuan hukum, tetapi juga tentang memperjuangkan keadilan untuk semua lapisan masyarakat. Dengan penandatanganan perjanjian ini, Hukumonline dan LBH Yusuf menegaskan komitmen mereka dalam membangun masyarakat yang melek hukum.
















