Nadya menilai transaksi tersebut cukup menantang, mengingat jam terbangnya yang masih terbatas. Namun, dari situ ia membangun kepercayaan diri untuk menangani transaksi-transaksi besar lainnya. “Saya belajar bahwa age is truly just a number. I’ve learned to not feel intimidated or limit myself just because I may not have the same years of experience as other people in the room,” ungkap Nadya.
Menangani transaksi internasional berskala besar juga menjadi suatu ujian untuk dapat bekerja dengan baik di bawah tekanan. Namun, Nadya tetap dikenal oleh rekan-rekannya sebagai sosok ceria, dengan kemampuan untuk tetap tenang dan semangat bahkan dalam situasi yang penuh tekanan.
Erline Herrmann, Partner AKHH pun mengungkapkan, selama bekerja di AKHH, Nadya menjadi lawyer yang dapat diandalkan. Nadya cerdas serta dapat belajar dan bekerja dengan cepat.
“Nadya juga easy going. Kualitas-kualitas ini menjadikan Nadya seseorang yang mudah dan menyenangkan untuk bekerja sama,” ujar Erline.
Nadya biasa terlibat dalam proses transaksi dari awal sampai akhir, dari tahap uji tuntas hukum, negosiasi perjanjian, hingga penyelesaian transaksi. Dalam banyak kesempatan, peran Nadya berlanjut bahkan setelah transaksi selesai.
Ia telah menangani pelaporan pasca akuisisi ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk berbagai macam transaksi. Tidak jarang juga Nadya lanjut menangani urusan korporasi dan kesekretariatan perusahaan pasca penyelesaian transaksi, termasuk membantu perolehan perizinan dan bermacam-macam kewajiban pelaporan perusahaan.
Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi
Perkembangan teknologi yang tumbuh lebih pesat selama pandemi menuntut konsultan hukum untuk selalu beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang ada. Selama tiga tahun ke belakang, regulasi-regulasi terus diperbarui, terlebihnya setelah disahkannya Omnibus Law, dan era digitalisasi mendorong berbagai sistem pemerintahan untuk bermigrasi dari offline menjadi online.
















