Pelatihan ini secara tidak langsung akan menanamkan tanggung jawab moral kepada mahasiswa. Yakni menghasilkan karya ilmiah yang orisinal dan mencerminkan pemikiran sendiri, bukan hasil menjiplak karya orang lain. Dengan demikian, Turnitin menjadi alat penting untuk menjaga keaslian ide dan pemikiran para calon doktor hukum.
Dalam upaya menghasilkan doktor hukum yang mampu mengembangkan ilmu hukum secara inovatif, Program Doktor Hukum FH UAJY menekankan pentingnya riset adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan global. Karya penelitian yang dihasilkan tak saja dituntut inovatif, tapi harus memberi sumbangsih nyata bagi kemanusiaan, keadilan dan dan kesejahteraan.
“Karena itu, kejujuran akademik dan orisinalitas pemikiran menjadi prinsip utama yang harus dijaga,” ujarnya.
Felix melanjutkan, sebagai bagian dari upaya tersebut, pelatihan Mendeley dan Turnitin diselenggarakan untuk memperkuat kemampuan teknis mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas tinggi. Penggunaan kedua tools ini menjadi bagian dari standar akademik yang diterapkan dalam setiap tugas perkuliahan. Termasuk dalam Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS).
“Khususnya di program doktoral, orisinalitas pemikiran sangat ditekankan dalam mata kuliah seperti Filsafat Ilmu, Filsafat dan Teori Ilmu Hukum, serta Hukum dan Moral,” tutupnya.
















