Pemerintah Diminta Bentuk Tim Investigasi Kekerasan Aktivis ICW
Berita

Pemerintah Diminta Bentuk Tim Investigasi Kekerasan Aktivis ICW

Dari hasil temuan sementara, koalisi LSM menduga Polri sudah tahu Tama S. Langkun berpotensi menenerima ancaman dan kekerasan.

Fat
Bacaan 2 Menit
Pemerintah diminta bentuk Tim Investigasi Kekerasan Aktivis ICW <br> Foto: Sgp
Pemerintah diminta bentuk Tim Investigasi Kekerasan Aktivis ICW <br> Foto: Sgp

Tiga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), LBH Jakarta, Kontras dan ICW yang concern menginvestigasi peristiwa penyerangan aktivis ICW Tama S Langkun mendesak pemerintah bentuk tim khusus. Tim ini nantinya bertugas mendalami investigasi terkait kekerasan yang dialami pekerja anti korupsi dan pelemparan bom molotov ke kantor majalah Tempo.

 

Hal ini diutarakan Direktur LBH Jakarta Nurkholis Hidayat di kantor Kontras, Jakarta, Rabu (21/7). Menurutnya, dari kesimpulan sementara tim investigasi LSM, pihak Kepolisian sudah mengetahui bahwa Tama berpotensi menerima ancaman dan kekerasan.

 

"Tanggal 7 Juli 2010 pukul 21.00, AKBP Suparmono, beserta Hendra (teman kuliah Tama), Edi dan seorang bawahan Suparmono datang ke kantor ICW dan bertemu Tama secara personal. Tujuan kedatangan ini berkaitan dengan laporan ICW atas rekening gendut Pati Polri yang menggelisahkan polisi di level bawah. Selain itu, AKBP Suparmono sempat menawarkan bantuan kepada Tama soal keamanan. “Jika ada yang terjadi, hubungi saya,”," ujar Nurkholis menirukan ucapan Suparmono.

 

Di tempat yang sama, Wakil Koordinator Kontras Haris Azhar menegaskan pernyataan Nurkholis. Hal tersebut terbukti dari kronologis bahwa Tama beberapa kali sempat diikuti sejumlah orang tak dikenal. Bahkan, kantor ICW pada 28 Juni lalu sekitar pukul empat dini hari sempat dimasuki dua orang tak dikenal. "Kedua orang tersebut terlihat mengutak-atik sepeda motor Yamaha Vixion milik Tama yang diparkir di garasi," katanya.

 

Bukan hanya itu, pada 5 Juli menjelang Maghrib, ada dua sepeda motor membuntuti Tama dan rekan-rekannya. Ketika itu, urai Haris, Tama berencana pergi ke Bogor. Saat mobil yang ditumpangi Tama memutar ke arah Bogor, kedua motor yang berboncengan itu terus membuntuti. "Saat itu, Ade (rekan Tama) sempat mendengar salah seorang dari mereka mengatakan, itu dia, yang pakai baju hitam. Saat itu Tama memakai jaket hitam," tutur Haris.

 

Menurut Haris, kesimpulan dan permintaan yang diinginkan pihaknya merupakan buntut dari temuan sementara dari hasil investigasi pihak LSM. "Investigasi dan pemantauan dilakukan dengan cara turun ke lapangan dan temui orang yang dianggap relevan dan ada keterkaitan dengan peristiwa, seperti saksi dan korban," ujarnya.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info