Dalam upaya mendorong pengembangan iptek dan daya saing di era global, Tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Hukum Universitas YARSI menggelar kegiatan Pengenalan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi para Guru SMAN 77 Jakarta, yang dilaksanakan sejak 13 Juni 2025 dan berlanjut dengan pendampingan hingga Agustus 2025.
Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Dr. Endang Purwaningsih, S.H., M.Hum., M.Kn, bersama tim dosen Dr. Chandra Yusuf, S.H., LLM., MBA dan Dr. Mohamad Ryan Bakry, S.H., M.H., serta melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum dan Magister Kenotariatan Universitas YARSI.
Dalam penyampaiannya, Prof. Endang menegaskan bahwa penting bagi para guru memahami dan memiliki kesadaran akan hak kekayaan intelektual atas karya-karya yang dihasilkan. "Tujuannya tentu mengenalkan HKI, membangun budaya ber-HKI, dan memotivasi para guru untuk menghasilkan karya yang berpotensi HKI, hingga makin mengemuka di era global," ujarnya.
Tahapan kegiatan dimulai dengan koordinasi bersama pihak sekolah, dilanjutkan penyuluhan, pelatihan, hingga fasilitasi perolehan HKI. Hasilnya, para guru menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan. Banyak diskusi dan pertanyaan mencuat seputar urgensi HKI, baik bagi guru maupun siswa yang inovatif, serta bagaimana proses perlindungan hak cipta dapat dilakukan.
Dari program ini, sebagian besar guru SMAN 77 Jakarta kini telah memahami jenis-jenis HKI dengan lebih baik. Dua guru bahkan telah berhasil difasilitasi untuk memperoleh hak cipta atas karya mereka. Selain itu, peningkatan kompetensi literasi HKI di kalangan guru meningkat signifikan. Para peserta juga menerima buku-buku tentang HKI dari sebagai bahan pengayaan.
Kepala SMAN 77 Jakarta Nestaria Rumahorbo menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas guru, tetapi juga berdampak positif terhadap peningkatan motivasi dan pengetahuan guna meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan, mulai dari Kepala Sekolah dan jajaran guru SMAN 77 Jakarta, Yayasan dan Universitas YARSI, hingga seluruh tim dosen dan mahasiswa yang terlibat aktif dalam kegiatan pengabdian ini.
















