Keberadaan alumni merupakan potensi besar yang dapat dimanfaatkan dalam mengembangkan perguruan tinggi atau kampus. Namun, pemanfaat potensi alumni untuk berkontribusi mengembangkan pendidikan tinggi khususnya kampus hukum masih belum maksimal.
Guru Besar bidang Marketing Bina Nusantara (Binus) University, Prof Amalia E Maulana mengatakan saat ini kampus masih terfokus berupaya menjalin hubungan jangka pendek dan terbatas pada kelompok alumni tertentu saja. Kampus masih fokus pada alumni-alumni yang menempati jabatan tinggi, populer dan kaya yang disebut dengan istilah ’golden alumni’.
"Temuan menarik waktu melakukan alumni understanding ini yaitu pengelola alumni (kampus) sibuk mencari ’golden alumni’. Kalau nggak populer, pejabat tinggi, kaya atau resourcefull. Dalam temuan kami, ’golden alumni’ tersebut justru tidak ada jaminan mereka mau memperdulikan almamaternya,” ujar Amalia dalam penghargaan Top Indonesia Law Schools 2024: Hall of Fame pada Kamis (15/8/2024) pekan kemarin.
Baca juga:
- Tepat Usia ke-100, FHUI Raih 3 Penghargaan Hukumonline Top Law School 2024
- Golden Alumni! Ini Jajaran Penerima Penghargaan Hukumonline Hall of Fame 2024
Mau tahu jajaran Hall of Fame 2024, silakan klik gambar di sini atau gambar di bawah ini!
Di sisi lain, dari hasil penelitian Amalia terdapat alumni yang meski tidak menjabat posisi tinggi ingin berkontribusi mengembangkan almamaternya. Untuk itu, Amalia menekankan penting bagi dunia kampus menciptakan ’alumni soulmate’ yang dapat berkontribusi jangka panjang dan loyal terhadap almamaternya.
Dia menyarankan, penting bagi kampus untuk melakukan hubungan timbal balik buat alumninya. Dengan begitu, alumni pun mendapatkan hal positif atas kontribusinya mendukung kampus. Pengelolaan alumni adalah aset berharga sehingga perlu dikelola agar menciptakan hubungan kampus dan alumni berkelanjutan.
"Sustainability banyak hal baik finansial dan non finansial. Jangan sampai alumni mencoret nama universitasnya dari CV,” katanya
















.jpg)
