Dua 'srikandi' Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (FH UPH) Violen Ester Stefana dan Ekklesia Nauly berhasil membanggakan almamater dengan meraih juara 1 dalam Asian Law Students Association (ALSA) Indonesia Negotiation Competition (AINC) 2025. Tidak hanya itu, FH UPH juga menyabet posisi 2nd dan 3rd untuk penghargaan best negotiator.
“Kami bersyukur meraih Juara 1 dalam AINC 2025. Meskipun dengan persiapan yang tergolong singkat kurang dari 1 minggu. Kemenangan ini adalah kemenangan FH UPH yang harus dirayakan bersama,” ujar Ketua Delegasi, Violen Ester Stefana dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/1/2025).
Kompetisi ini diselenggarakan oleh ALSA Indonesia yang berlangsung pada 19 Januari lalu dan diselenggarakan secara luring di Universitas Indonesia. Penghargaan ini menjadi lebih istimewa, lantaran tahun ini merupakan keikutsertaan FH UPH yang pertama kali yang diwakili oleh Unit Kegiatan Mahasiswa BLSC (Business Law Student Community).
Kompetisi negosiasi tahunan ini merupakan perlombaan hukum tingkat nasional bergengsi yang diikuti oleh 17 delegasi dari seluruh universitas swasta maupun negeri di Indonesia. Secara spesifik, tema yang diusung membahas mengenai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dengan skema kerjasama Public Private Partnership (PPP).
Baca juga:
- Dedikasi Tanpa Batas, 2 Dosen Hukum Favorit Pilihan FH ULM dan FH UPH
- Florence Hermawan, Wisudawati Terbaik FH UPH Bakal Jadi Trainee Associate di Kantor Hukum Ternama
Violin dan Ekklesia berhasil melewati lima tahapan perlombaan sebelum akhirnya mendapatkan gelar juara dalam kompetisi ini. Yakni dua babak preliminary round, quarter final round, semi final round, dan grand final round dengan kasus posisi yang berbeda-beda.
“Hal yang menantang dalam perlombaan ini adalah persiapan negosiasi dengan materi yang kompleks yang harus disiapkan selama satu minggu sebelum perlombaan dimulai,” jelas Violen.
















