“Ya penting (melihat kedekatan dengan politisi), terutama untuk mengukur integritas dan independensi,” ucapnya.
Lebih lanjut, Fickar juga menilai perlu dihindari untuk memilih komisioner dari kalangan birokrasi. Apabila terdapat sosok yang menonjol dari kalangan birokrat, Fickar menegaskan bahwa orang tersebut harus berhenti secara total dari instansi tempatnya mengabdi sebelumnya. “Ini untuk menghindari pengabdian ganda,” kata dia.
Sebelumnya, Rabu (11/9), Pansel Calon Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK Periode 2024–2029 mengumumkan nama-nama capim dan calon dewas yang lolos tahap tes asesmen.
Ketua Pansel KPK Muhammad Yusuf Ateh di Lobi Gedung Utama, Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, mengatakan bahwa tes asesmen dilaksanakan pada 28–29 Agustus 2024, dengan diikuti 40 orang capim dan 40 orang calon dewas KPK.
"Dari jumlah itu, yang dinyatakan lolos calon pimpinan ada 20 orang, dan dewan pengawas 20 calon," ujar Yusuf Ateh.
Peserta yang dinyatakan lolos berhak mengikuti tahap seleksi berikutnya, yakni wawancara serta tes kesehatan jasmani dan rohani pada 17–20 September 2024.
















