Rekaman 25 Tahun Bangun Literasi Hukum, Buku Law Meets Tech: The Untold Story of Hukumonline Diluncurkan
Utama

Rekaman 25 Tahun Bangun Literasi Hukum, Buku Law Meets Tech: The Untold Story of Hukumonline Diluncurkan

Buku ini bukan sekadar dokumentasi sejarah, melainkan pengingat bahwa perubahan besar lahir dari ide sederhana yang dijalankan dengan keberanian dan integritas.

Hanifah Dwi Jayanti
Bacaan 3 Menit
Chief Executive Officer Hukumonline, Arkka Dhiratara memberikan buku Law Meets Tech: The Untold Story of Hukumonline kepada Plt. Wakil Jaksa Agung, Prof. Asep Nana Mulyana. Foto: HFW
Chief Executive Officer Hukumonline, Arkka Dhiratara memberikan buku Law Meets Tech: The Untold Story of Hukumonline kepada Plt. Wakil Jaksa Agung, Prof. Asep Nana Mulyana. Foto: HFW

Hukumonline resmi meluncurkan buku Law Meets Tech: The Untold Story of Hukumonline, sebuah karya yang merekam perjalanan 25 tahun perusahaan dalam membangun literasi hukum dan mendorong transformasi praktik hukum di Indonesia.

Peluncuran ini menjadi momen penting bagi perusahaan, sekaligus penghormatan khusus kepada almarhum Ibrahim Sjarief Assegaf, salah satu figur sentral dalam sejarah Hukumonline.

Chief Executive Officer Hukumonline, Arkka Dhiratara menyebut buku ini lahir sebagai upaya mendokumentasikan perjalanan panjang Hukumonline sejak era reformasi hingga transformasi digital saat ini. Ia menegaskan, semangat integritas yang diwariskan Ibrahim Assegaf atau yang akrab disapa Bang Baim ini terus menjadi fondasi bagi Hukumonline.

Baca Juga:

“Buku ini kami persembahkan secara khusus untuk almarhum Bang Ibrahim Sjarief Assegaf. Beliau meninggalkan teladan mendalam tentang integritas, keberanian, dan kecintaan yang tak tergoyahkan pada hukum. Fondasi Hukumonline tegak berdiri berkat visi jernih dan sentuhan beliau,” ujar Arkka dalam Peluncuran Buku Law Meets Tech: The Untold Story of Hukumonline di Jakarta, Kamis (27/11).

Dua puluh lima tahun lalu, Arkka mengatakan Indonesia berada dalam babak baru reformasi. Ruang kebebasan yang terbuka lebar menuntut hadirnya transparansi, termasuk dalam bidang hukum. Di tengah keterbatasan akses terhadap peraturan, yurisprudensi, dan data hukum pada masa itu, para pendiri Hukumonline, yakni Pak Arief Surowidjojo dan Pak Fikri Assegaf melihat sebuah kebutuhan yang belum dipenuhi.

Arkka juga menguraikan tiga fase penting perjalanan Hukumonline sebagaimana direkam dalam buku tersebut. Fase pertama adalah kelahiran Hukumonline pada masa reformasi, ketika kebutuhan terhadap transparansi hukum menjadi sangat mendesak. Fase kedua merupakan masa konsolidasi di bawah kepemimpinan almarhum Ibrahim Assegaf, ketika model bisnis berbasis langganan mulai dibangun dan menjadi pilar keberlanjutan perusahaan.

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info