“Strategi itu penting sebagai dasar pengambilan kebijakan. Kami akan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya untuk pengembangan akademik maupun non-akademik,” katanya
Di tengah rencana tersebut, Wayan mengakui tantangan yang dihadapi tidak ringan. Persaingan antar perguruan tinggi yang semakin ketat, khususnya di Bali dan secara nasiona menjadi perhatian utama. Menjaga kualitas dan kredibilitas institusi merupakan pekerjaan besar, terutama ketika program studi yang ada sudah memiliki reputasi baik.
Wayan menekankan pentingnya daya serap lulusan di dunia kerja sebagai indikator keberhasilan. Lulusan diharapkan bermanfaat dan memiliki peluang kerja yang baik, meski ini menjadi tantangan besar. FH Unmas Denpasar juga menunggu izin pemerintah pusat untuk membuka Program Studi Ilmu Hukum S3 dan berharap segera terealisasi.
Dia mengajak seluruh civitas akademika FH Unmas Denpasar untuk bekerja secara kolaboratif dalam mewujudkan target bersama. Sebab menjalankan roda kepemimpinan organisasi tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan seluruh elemen.
Setidaknya dalam lima tahun ke depan, perubahan pada regulasi, budaya, dan teknologi seperti digitalisasi serta kecerdasan buatan dapat terjadi. Karena itu, diperlukan kolaborasi, saling menghargai, dan sikap adaptif agar seluruh target bersama dapat tercapai.
“Siapapun pemimpinnya tidak bisa berjalan sendiri. Semua harus dilakukan bersama agar target dan harapan bisa tercapai sesuai dengan tujuan bersama,” tutupnya.
















