Namun, sayangnya penerapan ESG di Indonesia belum dapat terwujud dengan baik. Penyebabnya bisa dari keterbatasan infrastruktur regulasi, penegakan hukum yang tidak konsisten, serta kesadaran dan kapasitas perusahaan yang bervariasi. Semuanya menjadi hambatan dalam mencapai tujuan ESG secara efektif.
Kompetisi legal opinion ini bermaksud mendorong pola pikir mahasiswa/i mitra University Solutions yang mampu berpikir kritis terhadap prinsip-prinsip ESG dan implikasinya dalam konteks hukum.
Kompetisi ini juga bertujuan melatih kemampuan mahasiswa/i mitra University Solutions dalam berpendapat dan berargumentasi secara sistematis di depan publik. Ada dua subtema yang dapat dipilih salah satu oleh masing-masing tim. Subtema tersebut adalah tema Nasional dan tema Regional.
“Di tahun 2024 ini, tim Hukumonline memperkenalkan tema nasional, antara lain terkait pengaturan perdagangan karbon, serta tema regional antara lain soal reforma agraria sehubungan dengan pengelolaan alih fungsi lahan pertanian yang masif,” terang Farah.
Kedua tema tersebut ada keterkaitannya dari ESG di ranah global melalui SDGs ke tingkat nasional dan berujung ke tingkat regional dalam kompetisi ini. Tema Nasional nantinya berfokus pada tantangan dan peluang dalam penerapan prinsip ESG di wilayah perkotaan. Tema Regional berfokus pada tantangan dan peluang dalam penerapan prinsip ESG di daerah pedesaan dan wilayah desa-kota.
Tahap pertama yang akan dilalui peserta adalah babak penyisihan administrasi. Enam berkas legal opinion terbaik dari masing-masing subtema perlombaan baik Nasional maupun Regional akan melaju ke babak presentasi.
Kemudian, setelah sesi presentasi akan dipilih tiga tim terbaik dari masing-masing subtema. Tim yang melaju ke babak selanjutnya akan diuji kemampuannya untuk menyusun berkas legal opinion dengan kasus posisi yang baru.
















