Meski hasil rekomendasi akhir Tim Verifikasi Fakta dan proses hukum kasus Bibit-Chandra telah rampung, namun Tim urung mengumumkannya kepada publik, Senin (16/11). Tim Verifikasi berkeinginan menyampaikan rekomendasi itu terlebih dulu kepada Presiden.
“Tidak etis jika kita menyampaikan (mengumumkan) hasil rekomendasi, sementara yang menugaskan belum kita sampaikan yakni Presiden. Setelah itu, masing-masing anggota tim bisa bercerita entah lewat televisi atau koran,” kata salah satu anggota tim, Komaruddin Hidayat, dalam temu wartawan usai rapat internal finalisasi hasil rekomendasi di gedung Wantimpres, Senin (16/11).
Anggota tim yang lain, Anies Baswedan menjelaskan bahwa Tim Verifikasi yang diketuai Adnan Buyung Nasution telah merampungkan laporan yang berjumlah 26 halaman berisi temuan fakta, kesimpulan dan rekomendasi. Laporan ini akan disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena tim ini dibentuk oleh presiden dan akan dilaporkan kepada presiden.
“Kita sudah menandatangani laporan ini dan akan menyampaikan terlebih dahulu kepada Presiden, sesudah itu atas diskresi Bapak Presiden kita akan menentukan langkah-langkah berikutnya. Rencananya, kita akan bertemu Presiden besok pagi (17/11). Soal jam berapa menunggu informasi selanjutnya,” kata Anis. “Hasil yang disampaikan pada Senin pekan lalu, baru merupakan kesimpulan sementara, bukan rekomendasi.”
Sementara Adnan Buyung Nasution menambahkan bahwa Tim telah selesai melaksanakan tugasnya selama dua pekan ini. Buyung menuturkan isi laporan tim yang menggambarkan seluruh rangkaian kegiatan, khususnya rekomendasi yang akan disampaikan kepada presiden. “Nantinya dari rekomendasi itu akan ditempuh langkah-langkah yang diambil presiden. Rekomendasi ini bukan merupakan paksaan, bukan mendikte Presiden, melainkan hanya usulan untuk dipertimbangkan Presiden,” kata Buyung.
Ia berharap hasil kerja Tim 8 ini dapat menjernihkan permasalahan dan menempatkan masalah pada proporsinya. Pada akhirnya akan ada solusi dari situasi yang berkembang, sehingga kehidupan bernegara tidak terganggu. “Kita menunggu cemas, sebagaimana masyarakat juga menunggu, apakah hasil kerja kita dapat menyelesaikan masalah atau tambah runyam. Kalau masalah ini tak selesai saya kira akan terus mengganggu kita semua,” ujar Buyung. “Seperti saya memimpin tim lima untuk memiliki pimpinan KPK sementara banyak prejudice dari masyarakat, tetapi setelah melihat output-nya masyarakat bisa lega, saya harapkan nanti juga begitu.”
















