Berita

Tingkat Ketertarikan Mahasiswa UI terhadap Pemilu 2004 Rendah

Sebuah survei menunjukan, tingkat ketertarikan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) terhadap Pemilu 2004 rendah. Mahasiswa bakal memilih 'golput'? Tidak juga, karena sebagian besar responden mahasiswa ternyata bakal mencoblos.

Oleh:
Mys
Bacaan 2 Menit
Tingkat Ketertarikan Mahasiswa UI terhadap Pemilu 2004 Rendah
Hukumonline

Puluhan mahasiswa yang hadir di Balai Sidang BNI, Kampus Universitas Indonesia, Depok, pada Rabu (04/06) sibuk memperhatikan lembaran salinan hasil jajak pendapat.  Salinan itu merupakan pandangan mahasiswa UI terhadap Pemilu 2004.  

 

Untuk mendapatkan pandangan komunita  kampus itu, Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) Eka Prasetya mengadakan sebuah jajak pendapat. Jajak pendapat itu dilaksanakan dengan maksud mengetahui seberapa besar respons dan pandangan mahasiswa terhadap Pemilu yang direncanakan berlangsung April 2004 mendatang. Ini berkaitan dengan perubahan fundamental terhadap beberapa aturan konstitusi. Termasuk, kemungkinan perubahan sistem pemilihan.

 

Informasi yang diperoleh hukumonline, jajak pendapat itu merupakan kerjasama dengan sebuah harian nasional. Bahkan, ringkasan hasilnya sudah pernah dipublikasi harian tersebut pada pekan terakhir Mei lalu.

 

Responden jajak pendapat itu berjumlah 962 mahasiswa UI, yang terdaftar di 12 fakultas, baik program strata-1 maupun diploma-3. Jajak pendapat dilakukan dengan metode survei self-administered questionnaires. Dengan cara ini, peneliti mengajukan pertanyaan kepada responden melalui sebaran kuesioner yang dijawab sendiri oleh responden.

 

Ada 10 pertanyaan yang diajukan, mulai dari antusiasme mahasiswa terhadap perkembangan persiapan pemilu hingga kemungkinan menggunakan hak pilih pada Pemilu 2004.

 

Sesuai hasil jajak pendapat, jumlah yang merespons secara antusias perkembangan persiapan pemilu lebih sedikit dari yang sangat antusias. Mayoritas responden,  69,50 persen, bersikap biasa-biasa saja. Yang sangat antusias sebanyak 13,30 persen, masih kalah dibanding yang tidak antusias (16,90 persen). Selebihnya (0,20 persen) tidak memberikan jawaban.

 

Mayoritas responden mahasiswa (66 persen) sudah mengetahui bahwa pada pemilu 2004, Presiden dipilih secara langsung. Bahkan, 18 persen di antaranya mengaku sangat tahu. Tetapi, kebanyakan di antaranya belum mengetahui apakah pencalonan wakil presiden satu paket dengan presiden. Mayoritas signifikan (78 persen) responden belum mengetahui keberadaan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang sudah tercantum dalam UU Pemilu.

 

Dari jajak pendapat itu dapat ditarik suatu gambaran bahwa tingkat ketertarikan mahasiswa terhadap Pemilu 2004 masih rendah. Kuat dugaan, hal ini disebabkan kurangnya sosialisasi. Sebanyak 55,70 persen responden berpendapat sosialisasi pemerintah mengenai pemilu masih kurang. Hanya 8 persen yang berpendapat sosialisasi sudah berjalan baik.

Halaman Selanjutnya:
Tags: