Tips Memilih Antara Akuisisi Saham atau Akuisisi Aset
Terbaru

Tips Memilih Antara Akuisisi Saham atau Akuisisi Aset

Baik akuisisi saham maupun akuisisi aset terdapat kelebihan dan kekurangan dari dua cara akuisisi tersebut.

Willa Wahyuni
Bacaan 3 Menit
Miriam Andreta selaku Partner Walalangi & Partners memberikan sejumlah pandangan mengenai keefektifan antara share acquisition atau asset acquisition, di sela acara Indonesian IHC Summit dan Awards 2023, 19-20 Oktober 2023 di Nusa Dua, Bali, Kamis (19/10). Foto: RES
Miriam Andreta selaku Partner Walalangi & Partners memberikan sejumlah pandangan mengenai keefektifan antara share acquisition atau asset acquisition, di sela acara Indonesian IHC Summit dan Awards 2023, 19-20 Oktober 2023 di Nusa Dua, Bali, Kamis (19/10). Foto: RES

Dalam bisnis, terdapat dua cara paling umum untuk melakukan akuisisi, yaitu melalui akuisisi aset yang melibatkan penjualan dan pembelian aset atau liabilitas tertentu suatu bisnis serta melalui akuisisi saham yang melibatkan jual beli suatu perusahaan swasta dengan cara pengalihan saham. 

Dalam akuisisi aset, perjanjian mendasar dibuat antara pembeli dan pemilik aset yaitu perusahaan. Oleh karena itu setelah akuisisi, pembeli akan menjadi pemilik baru atas aset dan liabilitas yang diperoleh dan akan menjalankan operasi bisnis dengan menggunakan aset tersebut.  

Hal tersebut juga tergantung pada kesempatan antara para pihak, penjual juga dapat melanjutkan pengoperasian bagian bisnis yang terpisah dengan menggunakan aset yang tersisa. Penjual juga mungkin bertanggungjawab atas kewajiban yang tidak dialihkan kepada pembeli berdasarkan akuisisi.

Baca Juga:

Kemudian, dalam akuisisi saham, perjanjian mendasar dibuat di antara pembeli dan pemegang saham perusahan. Dengan demikian, kepemilikan perusahaan berpindah ke pembeli bersama dengan seluruh aset dan kewajiban berkelanjutan perusahaan.

Hukumonline.com

Suasana diskusi mengenai keefektifan antara share acquisition (akuisisi saham) atau asset acquisition (akuisisi aset).

Namun, sesungguhnya, tidak ada perubahan kepemilikan bisnis karena seluruh aset dan kewajiban bisnis ditahan oleh perusahaan yang diakuisisi. Pada breakout session dalam gelaran Indonesian In-House Counsel Summit dan Awards 2023, pada 19-20 Oktober 2023 di Nusa Dua, Bali, Kamis (19/10), Walalangi & Partners memberikan sejumlah pandangan mengenai keefektifan antara share acquisition (akuisisi saham) atau asset acquisition (akuisisi aset). 

“Keduanya tergantung, ada kelebihan dan kekurangan. Kalau share acquisition lebih simple karena kita tinggal beli saham dan bisa langsung bisa menjalankan perusahaan, jadi kita nggak perlu lagi apply izin kecuali sudah di bidang usaha yang sama. Jadi kalau misalnya di bidang usaha yang berbeda kita harus apply izin lagi, harus ada transfer kontrak yang itu butuh consent dari kantor partner itu,” jelas Miriam Andreta selaku Partner Walalangi & Partners.

Reta melanjutkan, jika share acquisition, pembeli bisa langsung melakukan tanda tangan akta jual beli saham dan akta pengalihan kemudian bisa melakukan pengoperasian perusahaan, yang tentunya lebih mudah. Namun, dibalik kelebihannya terdapat kekurangannya jika perusahaan memilih antara share acquisition atau asset acquisition.

“Sisi negatifnya adalah kalau kita mengambil perusahan dengan semua liability itu, penting untuk kita due diligent, lalu apa adakah liability-nya, asetnya masih bagus apa enggak, itu bisa mempengaruhi saham itu sendiri,” imbuh Reta.

Hukumonline.com

Suasana diskusi mengenai keefektifan antara share acquisition (akuisisi saham) atau asset acquisition (akuisisi aset).

Ketika pembeli memilih untuk mengambil sebuah perusahaan, maka si pembeli telah siap dengan semua kewajiban yang ada. Apakah perusahaan tersebut memiliki utang, apakah ada klaim dari pihak ketiga, hingga apakah ada dispute dengan asetnya. “Intinya kita akan terekspos ke situ,” lugasnya.

Kemudian, Reta juga menambahkan apabila pembeli membeli perusahaan berbentuk aset, maka harus melakukan izin untuk banyak hal sehingga dokumen yang dibutuhkan untuk transaksi lebih banyak.

“Kalau beli aset itu harus siapkan lebih banyak dokumen dari masing-masing transaksi, karena kan masing-masing aset itu beda-beda, ada aset tanah, kontrak, barang bergerak, barang tidak bergerak dan itu beda semua cara pengalihannya, jadi akan lebih banyak dokumen yang perlu dipersiapkan,” ujarnya.

Alasan sebuah perusahaan melakukan akuisisi tidak bisa dilepaskan dari tujuan dan manfaatnya. Secara umum, tujuan utama akuisisi adalah untuk menyelamatkan Perusahaan atau bisnis yang sedang bermasalah yang biasanya dipicu oleh keuangan.

Selain itu, akuisisi perusahaan bertujuan untuk mendapatkan pasar yang lebih luas. Akuisisi juga mampu meningkatkan sinergi perusahaan dari hulu ke hilir agar memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dan mengurangi biaya operasional.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info