Tips Menghindari Plagiarisme dalam Menulis Artikel Ilmiah
Terbaru

Tips Menghindari Plagiarisme dalam Menulis Artikel Ilmiah

Paling utama adalah jujur dalam menulis. Hindari tulisan yang sepenuhnya bersifat deskriptif.

Ady Thea DA
Bacaan 4 Menit
Guru Besar Hukum Lingkungan FH UI Prof Andri Gunawan Wibisana. Foto: FH UI
Guru Besar Hukum Lingkungan FH UI Prof Andri Gunawan Wibisana. Foto: FH UI

Kalangan akademisi perlu memahami pedoman dalam penulisan artikel ilmiah. Aspek penting yang patut jadi perhatian penulis yakni menghindari plagiarisme. Singkatnya, kamus besar bahasa Indonesia versi daring mendefinisikan plagiarisme sebagai penjiplakan yang melanggar hak cipta. Tindakan plagiarisme menimbulkan pelanggaran terhadap hak cipta, prinsip moral, dan hukum.

Guru Besar Hukum Lingkungan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Prof Andri Gunawan Wibisana, berbagi tips bagi penulis artikel ilmiah untuk menghindari plagiarisme. Prinsip penting yang harus dipegang teguh penulis adalah jujur. Semua tulisan yang bukan berasal dari penulis harus disebut sumbernya.

Kemudian, menghindari bagian tulisan yang selalu ada dan ditulis sama. Tekniknya menggunakan parafrase yakni menyusun kalimat yang dibuat oleh penulis untuk menjelaskan ide atau pendapat orang lain dari suatu rujukan dengan menyebutkan sumbernya.

“Paling utama itu jujur dalam menulis,” ujarnya dalam kegiatan Webinar University Solutions bertajuk "Strategi Menghindari Plagiarisme dalam Penulisan Artikel Ilmiah Hukum", Rabu (25/9/2024).

Baca juga:

Tujuan utama parafrase untuk menyampaikan inti dari ide, pendapat, atau argumen orang lain tanpa menuliskan setiap kata dari sumber tersebut. Parafrase bisa digunakan sebagai alternatif dari kutipan langsung dan mendukung gagasan atau memberikan bukti atas pendapat yang dikemukakan penulis.

Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian dan Kemahasiswaan FHUI itu menyarankan penyusunan kalimat sendiri tidak hanya dilakukan dengan mengubah kalimat aktif menjadi pasif atau sebaliknya, tapi perlu dilakukan perubahan dengan beberapa cara. Misalnya, mengubah susunan informasi atau argumen jika yang dirujuk adalah alinea. Mengubah urutan struktur kalimat atau mengubah kata dari sumber rujukan dengan kata sendiri yang merupakan sinonim dari sumber rujukan.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info