Pascasarjana Universitas Jayabaya kembali meneguhkan perannya sebagai perguruan tinggi berorientasi global dengan menjadi penggerak utama penyelenggaraan 6th International Conference of Rajamangala University of Technology Krungthep (IC-RMUTK) 2025.
Konferensi bergengsi ini berlangsung pada 26–27 September 2025 di Ramada Plaza by Wyndham Bangkok Riverside, Thailand, dengan mengangkat tema “Global Issues in Social Science, Law & Business Environment.”
Sebagai inisiator utama, Universitas Jayabaya menempatkan dirinya di garis depan kolaborasi internasional. Direktur Pascasarjana Universitas Jayabaya, Assoc. Prof. Yuhelson, menegaskan keterlibatan Jayabaya bukan sekadar formalitas, melainkan strategi akademik untuk memperkuat jejaring antarnegara, sekaligus menghasilkan kontribusi nyata dalam pengembangan literasi hukum, budaya, serta riset multidisipliner di kawasan ASEAN.
Baca Juga:
- Pascasarjana Jayabaya Gelar Konferensi Internasional di Thailand
- Universitas Jayabaya Inisiasi Kolaborasi Internasional di IC-RMUTK 2025, Gandeng Lima PTS Indonesia
“Peran Jayabaya sebagai inisiator adalah langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas negara dan menghasilkan kontribusi nyata bagi pengembangan literasi hukum, budaya, dan riset multidisipliner di kawasan ASEAN,” ujarnya kepada Hukumonline, Senin (29/9).
Dalam forum ini, Yuhelson juga tampil sebagai keynote speaker dengan memaparkan kajian mengenai Perbandingan Hukum Kepailitan Indonesia dan Thailand. Topik tersebut dinilai relevan dalam konteks regional, karena memberi perspektif lintas batas mengenai sistem hukum yang berpengaruh pada stabilitas ekonomi dan bisnis di Asia Tenggara.
Lebih jauh, Yuhelson menjelaskan Jayabaya tidak hanya berperan sebagai inisiator dan tuan rumah penyelenggara, tetapi juga mengambil posisi sebagai koordinator. Pascasarjana Universitas Jayabaya menggandeng enam perguruan tinggi swasta (PTS) dari Indonesia untuk ikut berpartisipasi, yaitu Universitas Pancasila, Universitas Bhayangkara, Universitas Surakarta, Universitas Aisyah Pringsewu, Universitas Borobudur, dan Universitas Sahid.
















