Senin, 05 December 2005

KPK Meminta Pemberantasan Korupsi Lebih Terkoordinir

CR-1












 


Ia juga menceritakan pengalamannya memimpin KPK selama dua tahun terakhir ini. Kata dia, potensi kekuatan auditor, penyidik dan penuntut umum--jika disatukan dan didukung oleh elemen yang lain--maka akan menghasilkan kekuatan yang dahsyat.


 


Akan tetapi, Ruki yang pensiunan polisi itu mengingatkan: Ketika anda main sendiri, maka anda nothing. Pasalnya, korupsi adalah kekuatan yang sangat komprehensif yang harus ditangani dari berbagai pendekatan dan kerjasama yang kuat.      


 


Pelatihan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari 12 auditor BPK; 10 orang dari kejaksaan; 12 dari unsur Polri; dan 6 orang dari unsur KPK. Menurut Ruki, pelatihan ini masih akan berlanjut dan dilaksanakan secara bergantian antara KPK, Polri dan Kejagung. Bahkan untuk tahun 2006, Ruki menjanjikan pelatihan serupa akan diikuti oleh seluruh instansi di Indonesia di tingkat Kabupaten dan Kota.

Empat institusi yang terkait langsung dalam pemberantasan korupsi hari ini (5/12) ngumpul bareng. BPK, Polri, Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengadakan pelatihan koordinasi pemberantasan korupsi. Ketua KPK Taufiekurrahman Ruki menyatakan korupsi di Indonesia sudah semakin meluas dan mendalam dengan kuantitas dan kualitas yang juga semakin meningkat.

 

Oleh sebab itu, penanganan korupsi harus dilakukan dengan lebih terkoordinir dan profesional oleh lembaga penegak hukum di Indonesia. Intinya adalah pada koordinasi, ujar Ruki.

 

Untuk sampai pada tingkat koordinasi, tambah Ruki, yang harus dilakukan pertama kali adalah menyamakan persepsi.  Hal tersebut menjadi penting karena selama ini penanganan korupsi dilakukan secara sektoral dengan persepsi yang berbeda. Ini dianggapnya menjadi kendala serius pemberantasan korupsi.

 

Akan menjadi aneh jika terjadi perbedaan yang mencolok antara auditor, penyidik dan penuntut umum, ini tidak benar, ucap Ruki.

 

Kekuatan dahsyat

Pada kesempatan itu, Ruki membantah adanya rivalitas antar lembaga dalam memberantas korupsi, seperti isu yang berkembang selama ini. Menurut hematnya, satu hal yang harus dihilangkan untuk membangun kebersamaan adalah masing-masing institusi menghilangkan sikap ego sektoralnya.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua