Rabu, 13 September 2000
Bom Mengguncang BEJ, Bursa Ditutup Sementara
Jakarta, hukumonline. Boom. Bursa diguncang bom. Tragedi meledaknya bom di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ) berdampak besar. Ledakan bom ini merenggut nyawa dan puluhan orang luka-luka. Dari sisi kegiatan perdagangan sendiri, BEJ diperkirakan akan merugi sebesar Rp300 miliar setiap harinya selama BEJ ditutup.
Tri/Leo/Zae/APr

Keterangan tersebut terungkap dalam konfrensi pers yang diadakan pada Rabu (13/9) beberapa jam setelah terjadinya peledakan gedung BEJ. Dalam konfrensi pers tersebut hadir para pejabat BEJ dan beberapa pejabat lainnya, antara lain : Ketua Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal), Kepala Biro TLE Bapepam, Komisaris Utama BEJ, Dirut KSEI (Kustodian Sertifikat Efek Indonesia), Dirut BES (Bursa Efek Surabaya), dan Dirut KPEI (Kliring Penjamin Efek Indonesia)

Juru bicara konprensi pers tersebut, Ketua Bapepam Herwidayatmo menerangkan  bahwa sekitar pukul 15.28 WIB, beberapa saat setelah ledakan bom, perdagangan di bursa disuspend atau berselang sekitar 10 menit. Ledakan bom itu sendiri terjadi sekitar pukul 15.17 WIB.  "Transaksi sesi kedua tanggal 13 September 2000 yang sah akan diumumkan pada 14 September 2000 besok", ujar Herwidayatmo.

Data aman

Ketua Bapepam menegaskan bahwa trading engine aman dan telah dievakuasi ke tempat yang aman. Semua data transaksi juga dalam kondisi yang aman. Para pedagang di lantai bursa atau floor trader dan seluruh staf BEJ selamat. "Cadangan engine/DRC (Disaster Recovery Center) yang berada di lokasi lain dalam kondisi yang aman," tegasnya lagi.

Herwidayatmo juga mengumumkan bahwa kegiatan operasi bursa ditutup. "Tidak ada perdagangan pada Kamis besok, dan perdagangan akan dibuka paling lambat hari Senin, 18 September 2000. Namun bilamana memungkinkan akan dipercepat," ujar Herwidayatmo. Herwidayatmo menambahkan, pembukaan perdagangan ini sendiri tergantung pada izin POLRI.

Untungnya tidak semua kegiatan di bursa bermasalah akibat terjadinya ledakan ini. Kegiatan KPEI dan KSEI tidak mengalami masalah dan perdagangan di BES berjalan sebagaimana biasa. Mas Achmad Daniri, Direktur BEJ, mengatakan bahwa akibat ditutupnya BEJ, BEJ menderita kerugian setiap harinya dari rata-rata perdagangan sebesar Rp300 miliar.

Sebelum terjadi ledakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mencapai level 443. Angka ini adalah nilai terendah yang dicapai IHSG pada dua pekan ini. Anjloknya IHSG ini antara lain karena dipicu peristiwa Atambua.

Lambannya penanganan aparat

Namun yang patut disayangkan, seperti biasanya, penanganan aparat terhadap peristiwa ledakan ini begitu lamban. Berdasar pemantauan hukumonline di lapangan, aparat keamanan dari kepolisian baru datang sekitar 30 menit setelah kejadian. Padahal lokasi pos polisi dekat dengan tempat kejadian.

Bahkan, petugas pemadam kebakaran  baru tiba sekitar 50 menit setelah kejadian. Itu pun hanya terdiri dari satu unit mobil pemadam kebakaran. Baru setelah beberapa saat, datang beberapa unit mobil pemadam.

Setelah bom meledak, situasi Gedung BEJ diwarnai kepanikan dan kekalutan atas ledakan bom yang terjadi pada 15.17 WIB. Bom diperkirakan berasal dari lantai parkir bawah tanah P2.  Ratusan mobil dan puluhan orang yang terperangkap di P2 segera dikeluarkan.

Salah seorang saksi mata menyebutkan bahwa bom diperkirakan bersumber dari suatu tempat di seputar musala. Hingga berita ini ditulis, sudah 5 orang tewas. Menurut keterangan polisi, 24 orang telah dilarikan ke RS Pertamina karena luka dan pingsan.

Peristiwa meledaknya bom di BEJ ini mengundang pertanyaan. Bom mengguncang BEJ sehari sebelum sidang pengadilan Soeharto besok. Sebelumnya, bom memporakporandakan sebagian kantor Kejaksaan Agung sekitar dua jam setelah Hutomo Mandala Putra, putra Soeharto, diperiksa di Kejaksaan Agung.

Memang, tidak mudah mengaitkan meledaknya bom dengan kasus Keluarga Cendana. Pasalnya, sampai sekarang belum ada penjelasan resmi dari kepolisian mengenai pelaku pengeboman.

Kapolri Jendral Rusdiharjo sendiri menjanjikan sidang pengadilan Soeharto akan aman. "Polri menjamin bahwa persidangan akan berjalan aman meski terjadi peledakan di BEJ," cetusnya usai Rakor Polkam dengan anggota Komisi I DPR. Jadi, tidak ada bom di Depertemen Pertanian, tempat persidangan Soeharto, besok.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.