Jumat, 26 July 2002

Keempat Dakwaan Terbukti, Tommy Divonis 15 Tahun Penjara

Majelis hakim PN Jakarta Pusat yang diketuai oleh Amirudin Zakaria pada Jumat pukul 19.45 (26/7) akhirnya menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada Hutomo Mandala Putra alias Tommy bin HM Soeharto. Tommy telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah bersalah melakukan tindak-tindak pidana yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Amr/Tri/APr

Vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim tersebut sesuai dengan tuntutan JPU sebelumnya. Majelis hakim menyatakan bahwa Tommy telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan empat tindak pidana yang didakwakan. Pertama, turut serta tanpa hak menguasai menyimpan dan menyembunyikan senjata api dan bahan peledak.

Kedua, tanpa hak menguasai menyimpan dan menyembunyikan senjata api dan bahan peledak. Ketiga, membujuk atau uitlokker untuk melakukan pembunuhan berencana. Keempat, dengan sengaja tidak menurut perintah atau menggagalkan suatu perbuatan pegawai negeri dalam menjalankan sesuatu peraturan undang-undang.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim membacakan hal-hal yang meringankan dan memberatkan terdakwa. Hal-hal yang memberatkan terdakwa, yaitu akibat perbuatan terdakwa, seorang hakim agung yang menjabat ketua muda lingkungan pidana umum bernama hakim Syafiudin Kartasasmita, SH telah meninggal dunia secara tragis.

Kemudian, hal yang memberatkan lainnya, yaitu perbuatan terdakwa sangat menggoncangkan dunia penegakan hukum pada umumnya dan dunia peradilan pada khususnya. Perbuatan terdakwa yang menguasai dan menyimpan atau menyembunyikan senjata api, amunisi dan bahan peledak potesiil dapat mengganggu keamanan keteritban umum dan meresahkan masyarakat.

Sedangkan hal-hal yang meringankan terdakwa antara lain perbuatan-perbuatan pidana tersebut dilakukan karena terdakwa merasa tertekan diperlakukan tidak adil di dalam perkara yang dikenal kasus Goro tersebut. Terdakwa mempunyai tanggungan keluarga, masih muda, dan diharapkan dapat memperbaiki kelakuannya di kemudian hari.

Amirudin yang didampingi para hakim anggota masing-masing Andi Samsan Nganro, I Ketut Gde, H. Heri Suwantoro, dan Pramudana, juga memerintahkan bahwa terdakwa tetap ditahan dalam lembaga pemasyarakatan Cipinang.

Di akhir pembacaan putusannya, majelis hakim menyatakan bahwa putusan tersebut diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum dengan dihadiri JPU dan tanpa dihadiri oleh terdakwa dan penasihat hukumnya.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua