Profil

Yosep Adi Prasetyo:
Komnas HAM Masih Terbentur Masalah Anggaran

Di usianya yang ke-17, Komnas HAM masih dipusingkan dengan masalah kelembagaan seperti anggaran dan SDM yang kemudian mempengaruhi pelaksanaan tugas dan fungsi.
Oleh:
Dny
Bacaan 2 Menit
Yosep Adi Prasetyo, di ruang kerjanya. Foto: Sgp
Yosep Adi Prasetyo, di ruang kerjanya. Foto: Sgp

Dari sekian banyak komisi negara independen yang dibentuk Republik ini, Komnas HAM adalah yang tertua. Dibentuk dengan Keputusan Presiden No 50 Tahun 1993 yang diterbitkan era Soeharto, Komnas HAM kini memasuki usia 17 tahun. Meskipun ‘tua’, namun masalah yang menyelimuti Komnas HAM masih bersifat kelembagaan seperti anggaran dan SDM. Di luar itu, Komnas HAM juga masih dianggap kurang bertaji karena hasil penyelidikan kerap diabaikan oleh instansi penegak hukum.

 

Masalah kelembagaan seyogyanya tidak lagi menghinggapi lembaga seusia Komnas HAM. Namun, perjalanan Komisi yang berkantor di jalan Latuharhari ini memang agak ‘berliku’. Komnas HAM pernah didemo oleh pegawainya sendiri terkait kesejahteraan. Lalu, Komnas HAM juga pernah dipusingkan oleh proses pemilihan sekjen yang berlarut-larut. Calon yang terpilih menjadi Sekjen Komnas HAM pun sempat dipersoalkan karena dinilai bermasalah.

 

Komisioner telah berganti empat generasi, namun masalah yang sama kerap muncul. Ketua Komnas HAM periode 2007-2012, Ifdhal Kasim menyadari akan hal ini. Makanya, begitu kembali terpilih memimpin Komnas HAM, ia langsung mencanangkan program pembenahan internal termasuk di dalamnya manajemen SDM. Program yang dicanangkan Ifdhal menjadi pekerjaan rumah bagi Yosep Adi Prasetyo. Mantan wartawan ini baru saja didapuk sebagai Wakil Ketua Komnas HAM bidang Internal menggantikan M Ridla Saleh.

 

Tiga tahun sepertinya cukup bagi anggota Komnas HAM yang lebih dikenal dengan nama Stanley ini, untuk mengetahui seluk–beluk dapur Komnas HAM. Ditemui hukumonline di ruangannya, Senin lalu (1/3), Stanley secara gamblang memaparkan berbagai permasalahan internal yang dihadapi Komnas HAM. Mulai dari birokrasi anggaran yang rumit, manajemen SDM, hingga urusan kesekretariatan. Untuk lebih detilnya, berikut adalah petikan wawancara hukumonline dengan Stanley:

 

Biodata Yosep Adi Prasetyo

Tempat/Tanggal Lahir

:

Malang, 20 Juni 1959

Pendidikan

:

Teknik Elektronik, Universitas Kristen Satya wacana

Karir & Organisasi

:

§  Direktur Eksekutif Institut Studi Arus Informasi (ISAI)

§  Anggota Majelis Etik AJI (2003-2005)

§  Anggota Pokja Reformasi Polri (2003)

§  Anggota Tim Adhoc Kerusuhan 13-14 Mei 1998 (2003)

§  Dosen di Universitas Kristen Satya wacana

§  Pendiri Aliansi Jurnalis Independen

§  Pendiri KBR68H

Dari berbagai sumber.

 

Apa alasan di balik keinginan Pimpinan Komnas HAM untuk melakukan perbaikan internal di sisa periode 2007-2012?

Jadi Komnas HAM ini semenjak 2007 kan beberapa kali mengalami suatu reorganisasi di kesekjenan. Dan pada April 2008 itu, sekjen yang baru masuk. Itu kemudian membawa satu perubahan yang diresmikan pada Maret 2008, struktur baru. Nah, itu belum terlalu men-support fungsi Komnas HAM. Kemudian juga perubahan-perubahan ini ada beberapa kelemahan, selain juga kekuatan ya. Karena itu pimpinan memang diminta untuk lebih terlibat. Tapi kan kalau kita lihat di kepemimpinan yang lama belum cukup solid.

Halaman Selanjutnya: