Senin, 07 February 2011

Hakim Perkara Susno Minta Second Opinion Dokter

Pemeriksaan dokter dari luar rutan demi objektivitas. Berguna mendapatkan second opinion atas kesehatan terdakwa.
Rfq
Susno Duadji sakit hakim perkara minta Second Opinion dokter. Foto: Sgp

Untuk kali kedua sidang lanjutan perkara Susno Duadji di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan tak bisa digelar. Seperti penundaan pertama, Susno dikabarkan masih sakit. Informasi tentang sakitnya terdakwa disampaikan langsung penuntut umu Erbagtyo Rowhan di depan majelis, Senin (07/2). “Kami penuntut umum tidak bisa menghadirkan terdakwa Susno Duadji tidak bisa hadir karena menderita sakit. Kami serahkan kepada majelis hakim,” ujarnya.

 

Menanggapi keterangan dari Erbagtyo, majelis hakim dipimpin Charis Mardiyanto memutuskan untuk menunda persidangan hingga 10 Februari mendatang. Kendati begitu, majelis hakim memerintahkan kepada penuntut umum agar menyediakan dokter dari luar rumah tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok Jawa Barat. Majelis merasa perlu untuk memastikan benar tidaknya Susno sakit.

 

Charis memerintahkan penuntut umum untuk melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan Susno dengan membawa dokter tersendiri dengan tujuan agar dapat mengetahui kesehatan Susno yang sebenarnya. Setidaknya, jelas Charis akan mendapatkan second opinion atas kesehatan Susno.

 

Permintaan untuk memeriksa kembali kesehatan terdakwa, kata Charis, bukan berarti majelis tidak percaya pada dokter Rutan Mako Brimob. Second opinion dimaksudkan untuk lebih mengedepankan objektivitas hasil pemeriksaan. “Demi objektivitas kami memerintahkan penuntut umum  untuk memeriksa melalui tim dokter dari luar, apakah betul Susno sakit sehingga tidak bisa hadir,” katanya.

 

Ketidakhadiran Susno dalam sidang karena alasan sakit akan berpengaruh pada masa penahanan. Karena itu muncul kekhawatiran masa penahanan Susno akan berakhir. Anggota tim penasihat hukum Susno, Maqdir Ismail, menyanggah ada kesengajaan kliennya menunda-nunda sidang agar masa penahanan habis. Berdasarkan informasi dari anggota keluarga yang menjenguk, Susno memang benar sakit.

 

Sekali lagi Maqdir membantah ada upaya kliennya mengulur waktu. Buktinya, pada sidang-sidang terdahulu, beberapa kali Susno sakit, tetap hadir dan mengikuti sidang. Kliennya, tambah Maqdir, berkomitmen untuk menjalani proses hukum ini secepatnya. Memang benar sakit, jadi tidak ada upaya untuk menunda. Susno tidak bisa hadir karena diminta dokter untuk istirahat,” katanya.

 

Anggota penuntut umum, R Narendra Jatna, menyatakan akan menyanggupi perintah majelis hakim. Penuntut umum akan segera menyiapkan tim dokter dari luar Rutan Mako Brimob. Jika Susno benar menderita sakit dan membutuhkan perawatan, penuntut umum akan memberikan perawatan dokter. Setidaknya, demi memenuhi hak mendapatkan perawatan kesehatan terhadap diri terdakwa. “Kami akan menyediakn dokter sebagaimana perintah majelis,” katanya.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua