Rabu, 16 January 2013

PP Tembakau Rugikan Industri Kecil Rokok Kretek

ANT


Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima menegaskan, Peraturan Pemerintah (PP) No. 109/2012 cenderung merugikan pelaku industri kecil rokok kretek. Menurutnya, PP tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan (PP Tembakau) itu mewajibkan produsen rokok termasuk industri kecil untuk melakukan uji kandungan tar dan nikotin bagi setiap produknya.


"Bagi perusahaan rokok besar mungkin uji kandungan tar dan nikotin masalah mudah, tapi tidak bagi produsen rokok kretek rumahan atau kecil selain keterbatasan akses, mereka juga terbentur besarnya biaya untuk melakukan uji laboratorium," ujarnya, Rabu (16/1).


Aria mengatakan, PP tak sejalan dengan roadmap industri hasil tembakau yang dicanangkan pemerintah sendiri, dalam hal ini Kementerian Perindustrian.


Mengacu roadmap industri tembakau, pemerintah seharusnya mempertimbangkan pula aspek tenaga kerja dan penerimaan negara, selain aspek kesehatan, dengan urutan prioritas. Ia mengatakan, prioritas utama kepada aspek kesehatan sebagaimana dimaksud PP No. 109 Tahun 2012 mestinya baru akan dimulai tahun 2015 mendatang.


Dia melanjutkan, munculnya roadmap industri tembakau ini, awalnya untuk menolak atau setidaknya menunda ratifikasi Konvensi Pengendalian Tembakau atau WHO Framework Convention on Tobacco Control (FCTC).


Penolakan atau penundaan ratifikasi itu dimaksudkan guna memberi kesempatan kepada pemerintah mempersiapkan prakondisi sebelum Indonesia meratifikasi FCTC. "Ya karena kondisi kita memang belum siap untuk meratifikasi FCTC tersebut," kata Aria.


Prakondisi tersebut, antara lain dilakukan dengan cara pemerintah melakukan pembinaan industri kecil rokok kretek sehingga mampu melakukan uji tar dan nikotin, serta mempersiapkan program konversi petani tembakau ke budidaya tanaman lain.


"Namun apa yang dilakukan pemerintah selama ini? Pemerintah belum memfasilitasi uji tar dan nikotin bagi pelaku industri rokok kretek kecil dengan biaya murah dan prosedur yang mudah,"ujarnya.



Pemerintah juga belum serius menyiapkan konversi petani tembakau ke budidaya tanaman lain yang lebih menguntungkan. Tetapi pemerintah sudah buru-buru mengeluarkan PP Tembakau yang merugikan petani tembakau dan industri kecil rokok kretek.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua