Selasa, 11 June 2013

Advokat Tak Peroleh Perlindungan di Luar Sidang

Saksi mengungkapkan beberapa kasus di mana ia tak mendapat perlindungan di luar sidang.
ASH


Sidang pengujian Pasal 16 UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat terkait ketiadaan perlindungan di luar pengadilan kembali digelar di gedung MK. Sidang kali ini, hanya mengagendakan pemeriksaan saksi yang diajukan pemohon yakni Petrus Bala Pattyona.


“Yang diuji teman-teman Pasal 16 UU Advokat itu karena perlindungan hukum hanya diberikan di pengadilan,” kata Petrus Bala Pattyona, saat dimintai keterangan sebagai saksi dari Kongres Advokat Indonesia (KAI) dalam sidang pleno di  Gedung MK, Selasa (11/6).


Petrus menceritakan selama menjalani profesi sebagai advokat sejak tahun 1986, setidaknya ia pernah berhadapan dengan aparat kepolisian saat dirinya menangani sebuah perkara. Pertama, ketika ia menangani kasus pemerkosaan di Bekasi tahun 1998.


“Setelah proses ini berjalan dan ketika kami ketemu di pengadilan, terjadi kerusuhan. Saya dikejar-kejar, pengadilan diobrak-abrik dan terjadi demo segala macam. Polisi tidak bisa mengamankan, sehingga tentara yang harus mengamankan, tetapi itu pun tidak mempan,” katanya.


Karenanya, saat itu dia meminta Menteri Kehakiman Ismail Saleh untuk memindahkan sidang ke pengadilan lain karena merasa tidak aman. Alhasil, sidang pun dipindahkan didasarkan pada Pasal 86 KUHAP.


Kedua, Petrus menggugat polisi karena salah menangkap dan melakukan kekerasan terhadap tersangka dalam kasus Jamira. Dia menggugat polisi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Namun, usai sidang saat itu, dirinya langsung ditangkap oleh polisi dan diperiksa selama 24 jam.


“Setelah diperiksa, saat itu polisi dikalahkan oleh pengadilan karena menangkap tanpa bukti, saya dilepaskan,” katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua