Kamis, 25 Juli 2013

PERADI Prihatin Penangkapan Advokat oleh KPK

M-15


Sekjen PERADI Hasanuddin Nasution menyatakan keprihatinannya atas penangkapan Mario C Bernardo, advokat dari kantor hukum Hotma Sitompoel & Associates. Hasanuddin menyatakan bahwa penangkapan ini membuktikan bahwa praktik korupsi adalah musuh besar bangsa ini yang sudah menyusup ke seluruh penegak hukum, termasuk advokat.


Peradi, lanjut Hasanuddin, bersedia menyediakan bantuan hukum bila diminta. “Sebab itu termasuk pelayanan secara struktural,” kata Hasanuddin ketika dihubungi hukumonline, Kamis (25/6). Namun, Peradi juga tak segan menjatuhkan sanksi bila Mario dinyatakan bersalah dalam perkara ini.


Ke depan, masih menurut Hasanuddin, Peradi akan menyiapkan langkah preventif agar tak ada lagi advokat yang ditangkap karena diduga terlibat melakukan praktik korupsi. Salah satunya dengan lebih menguatkan pemahaman kode etik para advokat. 


Menurut dia, praktik korupsi khususnya suap memang masih menjadi ‘musuh’ utama bagi bangsa Indonesia. Untuk itu, Hasanuddin mengimbau agar semua kalangan penegak hukum segera melakukan koreksi diri, termasuk advokat.


“Sebenarnya kita sudah melakukan banyak langkah-langkah untuk menanggulangi itu, tapi karena memang godaan advokat terhadap hal tersebut cukup kuat,” ujar Hasanuddin.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua