Senin, 29 July 2013

Menkominfo Heran Tayangan Komedi Ramadhan

ANT

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengaku heran dengan tayangan acara Ramadhan stasiun televisi nasional yang cenderung hanya berisi komedi daripada konten religius dan mencerahkan penonton.

"Komedi boleh tapi jangan hanya itu," katanya kepada wartawan seusai memimpin "Apel Siaga Kementerian Kominfo Bersama Mitra Kerja Menjelang Lebaran 1 Syawal 1434 Hijriah" di Jakarta, Senin (29/7).

Ia mengatakan sejumlah pihak, seperti Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), sudah melayangkan teguran kepada stasiun televisi terkait program acara Ramadhan tertentu yang dinilai tidak tepat.

Terkait konten acara Ramadhan, KPI, misalnya, belum lama ini melayangkan teguran tertulis kepada Trans TV terkait program "Karnaval Ramadan" yang ditayangkannya.

Dalam surat teguran No.393/K/KPI/07/13 tertanggal 19 Juli 2013 itu, KPI mendapati sejumlah pelanggaran dalam acara yang disiarkan pada 15 Juli pukul 16.32 WIB itu.

Pelanggaran tersebut, menurut KPI, adalah "penayangan adegan yang melecehkan orang dan/atau masyarakat dengan kondisi fisik tertentu serta orientasi seks dan identitas gender tertentu, pelanggaran terhadap norma kesopanan, dan pelanggaran perlindungan anak." Pada Ramadhan 1434 Hijriah ini, berbagai stasiun TV nasional berlomba-lomba menyajikan aneka siaran mulai dari tayangan menjelang sahur hingga berbuka.

Kompas TV misalnya menyuguhkan program bernama "Udah Sahur Belum" dengan menghadirkan sejumlah artis dan komik ternama Tanah Air seperti Olla Ramlan, Saiful Jamil, Jono Gugun Blues Shelter, Indra Bekti, Vega Ngatini, Nycta Gina, Akbar dan Kemal Pahlevi.

Trans TV juga mengisi momen sahur para penontonnya lewat tayangan "Yuk Kita Sahur" dengan menghadirkan Olga Syahputra, Raffi Ahmad dan kawan-kawan.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua