Rabu, 02 July 2014

Ini Hikmah Puasa Bagi Advokat

Saatnya mengasah kejujuran dan integritas.
CR-16
Suasana kegiatan profesi advokat. Foto: RES (Ilustrasi)

Bulan Ramadhan telah tiba, saatnya seluruh pemeluk agama Islam menjalankan ibadah puasa. Para ulama selalu menekankan bahwa hakikat dari puasa bukanlah sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga bagaimana setiap muslim menempa diri selama Ramadhan untuk menjadi individu yang lebih baik. Kalangan advokat juga dapat mengambil hikmah dari ibadah puasa.

Partner pada Lubis Ganie Surowidjojo, Abdul Haris Muhammad Rum mengatakan momen puasa adalah kesempatan bagi advokat untuk mengasah kejujuran dan integritas mereka. Puasa, kata dia, mengajarkan kepada manusia untuk kembali menjadi sosok yang berintegritas, sabar, jujur, amanah dan bekerja keras.

“Karena puasa adalah salah satu ibadah yang mengajarkan kejujuran, siapa yang tahu kita puasa atau tidak puasa, sedangkan lawyer itukan sangat terkait dengan masalah kejujuran dan kepercayaan," ujar Haris di sela-sela acara peringatan ulang tahun Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia, Selasa (1/7).

Haris meyakini nilai-nilai yang terkandung dalam puasa, salah satunya kejujuran, dapat menjadikan seorang advokat berintegritas jika diterapkan dalam lingkup profesi. Selain kejujuran, latihan menahan hawa nafsu selama bulan puasa, juga dapat menciptakan advokat yang berintegritas.

“Lawyer kan membela kepentingan klien, kalau dia tidak mengendalikan diri, dia akan melakukan segala cara untuk kepentingan klien dari cara-cara paling ekstrem sampai cara yang tidak terlalu keliatan, tapi intinya menghalalkan berbagai cara untuk kepentingan klien,” paparnya.

Pakar dari Pusat Studi al Quran, Ali Nurdin mengatakan advokat dapat mengambil manfaat dari puasa selama ibadah tersebut tidak dipandang sebagai suatu ritual biasa. Menurut Ali, advokat harus memahami pesan moral dari ibadah puasa yakni kejujuran. Jika pesan moral ini benar-benar dipahami, Ali yakin advokat yang menjalankan puasa dengan baik akan menjadi advokat yang jujur.

Puasa, kata Ali, mengajarkan kejujuran karena ibadah puasa adalah ibadah yang tidak terlihat. Orang-orang tidak tahu apakah kita sedang puasa atau tidak. Berbeda dengan sholat, ketika orang sholat maka yang lain dapat melihat langsung.

“Orang yang mengaku puasa misalnya dia masuk kamar makan terus keluar pura-pura masih puasa kan orang tidak tahu, tetapi orang yang dewasa pasti nggak mau melakukan itu karena Tuhan tahu,” ujar Ali.

 

jujur ada pada multi bar
 - ardian
22.08.15 13:09
multi bar dengan bnyak organissai akan lahir advokat jujur dan sederhana ,revisi uu advokat dan hapus pasal penyumpahan di pt. dengansatu kode etik yg sama segera multi bar multi bar rakyat sejahtera hapus pungutan jadi advokat
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua