Kamis, 03 July 2014

RUU Kebudayaan Di Masa Injury Time

CR-16

Ketua Pengurus Koalisi Seni Indonesia (KSI) M Abduh Aziz mengatakan bahwa Rancangan Undang-Undangan (RUU) Kebudayaan yang sudah masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2014 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sudah memasuki masa-masa injury time.

Abduh menjelaskan bahwa masa sidang DPR ini tinggal hitungan bulan. Keterbatasan waktu sangat memungkinkan  terjadinya  putusan  yang terburu-buru tanpa pembahasan  yang  mendalam  mengenai  dampak  UU Kebudayaan ini bila diimplementasikan di masa depan.

“RUU ini punya kemungkinan yang amat sangat merusak, jika RUU ini dibahas dalam waktu injury time. Ini saya sebut injury time karena masa jabatan DPR hanya sampai September 2014 dipotong masa reses dan liburan,” jelas Abduh, Kamis (3/7).

Abduh menyampaikan ini dalam diskusi publik bertema “RUU Kebudayaan: Menjamin atau Menyandera?” di Jakarta. Diskusi ini diselenggarakan atas kerja sama KSI dengan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, serta Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK).

Narasumber diskusi ini adalah Ketua Pengurus KSI M Abduh Aziz, Anggota Komisi X DPR Reni Marlinawati, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Kacung Marijan dan akademisi Hilmar Farid. 








Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua