Jumat, 11 July 2014

Puasa, Jam Kerja Advokat Tak Berubah

Bukber menjadi tradisi spesial kantor advokat setiap bulan puasa.
MAR
Suasana buka puasa. Foto: www.muhammadiyah.or.id (ilustrasi)


Banyak hal yang berbeda ketika bulan Ramadhan tiba. Perbedaan paling mendasar tentunya terkait rutinitas makan. Perbedaan lainnya terkait jam kerja. Sejumlah kantor biasanya menerapkan jam kerja yang berbeda ketika bulan Ramadhan, entah itu jam masuknya yang diubah atau jam pulangnya.


Penerapan jam kerja yang berbeda ketika bulan Ramadhan ternyata tidak berlaku di kantor-kantor advokat. Setidaknya di dua kantor advokat ternama di Jakarta, Lubis Ganie Surowidjojo (LGS) dan Melli Darsa and Co.


Salah satu Partner di LGS, Abdul Haris Muhammad Rum mengatakan di kantor tempat dia bekerja tidak ada perubahan jam kerja. Ritme kerja para advokat di LGS, kata Haris, tetap sama. Kalau memang diperlukan, advokat-advokat di LGS akan begadang sampai waktu sahur tiba.


Lawyer sudah biasa begadang jadi tidak ada perubahan paling hari-hari pertama ada adjustment (penyesuaian, red), setelah itu biasa tidak ada pengaruh. Intinya tetap berpuasa tetap bekerja,” ujarnya.


Menurut Haris, puasa memang seharusnya tidak dijadikan penghalang untuk tetap bekerja keras. Makanya, dia mengatakan jam kerja tidak perlu diubah meskipun sedang menjalankan ibadah puasa.


Serupa dengan LGS, kantor advokat Melli Darsa and Co (MDC) juga tidak menerapkan perubahan jam kerja ketika bulan puasa. Junior Partner MDC, Perdana A. Saputro mengatakan ibadah puasa jangan dijadikan alasan di balik turunnya semangat kerja. Makanya, lanjut dia, jam kerja tidak perlu diubah saat bulan puasa.


Senior of Counsel MDC, Indra Safitri menegaskan ibadah puasa pada dasarnya jangan mengganggu aktivitas pekerjaan. Namun begitu, beberapa penyesuaian terkadang memang perlu dilakukan. Dia mencontohkan kegiatan bertemu klien yang harus disesuaikan jadwalnya ketika bulan puasa.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua