Kamis, 30 Oktober 2014

16 Terpidana Judi Togel Dicambuk

ANT


Sebanyak 16 terpidana judi togel atau judi buntut yang terbukti melanggar Qanun Nomor 13 Tahun 2003 tentang Maisir atau Perjudian di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, menjalani eksekusi hukuman cambuk Ke-16 terpidana pelanggaran syariat Islam tersebut dicambuk di halaman Masjid Al Fallah, Sigli, ibu kota Kabupaten Pidie, Rabu (29/10).


Prosesi cambuk berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB. Eksekusi cambuk tersebut turut disaksikan ratusan warga Sigli dan sekitarnya.



Selain warga, pelaksanaan hukuman cambuk tersebut disaksikan Kepala Biro Pengkajian Strategis Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Carlo B Tewu yang didampingi Bupati Pidie Sarjani Abdullah, Kapolres Pidie AKBP Sunarya unsur pimpin daerah setempat.



Ke-16 terpidana maisir tersebut dicambuk di bawah pengawalan ketat tim Kejaksaan Negeri Sigli, personel kepolisian, Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Pidie.



Para terpidana cambuk tersebut, yakni Hasbi Wahyudi, Alnahyani, Saifullah, Irwandi, M Rizal, Boihaqi, Mahdi, Bahagia, M Toni, Wahyudi, Beuransah, Iswandi, Zakaria, Musliadi, dan Ilyas. Mereka dihukum enam hingga tujuh kali cambukan.



Sedangkan terpidana Munazir, dihukum 11 kali cambukan. Hukuman cambuk bagi terpidana Munazir lebih berat dari pada 15 terpidana lainnya karena yang bersangkut terbukti sebagai bandar togel atau judi buntut.



Bupati Pidie Sarjani Abdullah mengatakan, eksekusi cambuk ini dilakukan karena mereka melanggar syariat Islam. Oleh karena itu, masyarakat di Kabupaten Pidie diminta tidak melanggar syariat Islam maupun hukum lainnya.



Kepada para terhukum, kata Sarjani Abdullah, jadikanlah hukuman cambuk ini sebagai pelajaran dan tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari. Serta meningkatkan amal ibadah agar terhindar dari perbuatan tercela.



"Saya mengajak seluruh masyarakat Pidie agar menghindari diri dari perbuatan yang melanggar hukum, baik hukum secara umum maupun hukum syariat Islam, sehingga kehidupan bermasyarakat daerah ini berlangsung damai dan tenteram," ajak Sarjani Abdullah.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua