Senin, 30 March 2015

Diduga Bawa Ganja, Pengurus PERADI Ditangkap di Bandara

Tommy Sugih tercatat sebagai Wakil Ketua Departemen Publikasi dan Humas DPN PERADI.
TRI YUANITA INDRIANI
Kantor DPN PERADI. Foto: RES


Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, akhir pekan lalu, ternyata tidak hanya menyisakan kabar potensi perpecahan di tubuh Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI). Minggu (29/3) sepulang dari acara Munas, seorang advokat yang diketahui bernama Tommy Sugih ditangkap di Bandara Sultan Hasanuddin karena diduga membawa ganja.


Dikutip dari Kompas.com, Tommy diduga membawa satu linting ganja yang disimpan dalam bungkus rokok. Awalnya, ketika Tommy melewati gerbang pemeriksaan walk through metal detector di terminal keberangkatan Sultan Hasanuddin, alat tersebut berbunyi. Kala itu, Tommy hendak pulang ke Jakarta dengan pesawat Garuda Indonesia.


Begitu alat berbunyi, petugas bandara lalu melakukan pemeriksaan manual terhadap Tommy. Dari pemeriksaan manual itulah, ditemukan dua bungkus rokok yang salah satunya ganja pada kantong celana sebelah kiri. Tommy dibawa ke posko keamanan untuk dimintai keterangan dan kemudian dibawa oleh Kasat Narkoba Polres Maros.


Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Barat, Endi Sutendi, Tommy diketahui berada di Makassar untuk mengikuti perhelatan Munas II PERADI.


Merujuk pada laman resmi PERADI, Tommy Sugih tercatat sebagai salah seorang pengurus Dewan Pimpinan Nasional. Tommy menduduki posisi Wakil Ketua Departemen Publikasi dan Humas. Berdasarkan penelusuran hukumonline, Tommy diketahui berasal dari organisasi Asosiasi Konsultan Hukum Indonesia (AKHI) dan tergabung di kantor Indrayani, Sugih and Partners.


Dimintai konfirmasinya, Zul Armain Aziz selaku Ketua Departemen Publikasi dan Humas DPN PERADI membenarkan kabar Tommy Sugih ditangkap di Bandara Sultan Hasanuddin. Zul juga membenarkan Tommy adalah Wakil Ketua Departemen Publikasi dan Humas.


Walaupun mengaku tidak tahu kejadiannya, Zul mengatakan dirinya dan Tommy seharusnya berada di pesawat yang sama. Namun, ketika di Bandara Sultan Hasanuddin, Zul mengaku lebih dulu masuk, sedangkan Tommy masuk belakangan.“Saya nggak tahu kejadiannya,” imbuhnya, Senin (30/3).

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua