Jumat, 05 Juni 2015

Liburan Hakim, Dari Bikin Putusan Hingga Asah Batu Cincin

Ada yang berwisata sambil mempelajari kehidupan masyarakat setempat.
Hasyry Agustin
Sejumlah hakim usai bersidang (Ilustrasi). Foto: SGP.

Hakim sering diberi gelar sebagai “wakil tuhan” ketika memimpin persidangan. Namun, di kehidupan sehari-harinya, layaknya manusia biasa, mereka juga butuh liburan. Nah, para hakim di Indonesia ternyata memiliki hobby liburan yang unik, dari tetap membuat putusan hingga mengasah batu akik.

Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kisaran Sumatera Utara, M Djauhar Setyadi mengaku sering menghabiskan waktu liburnya dengan membuat putusan. Ia mengatakan kegiatan seperti membaca buku sampai dengan merumuskan putusan seringkali tidak dapat selesai di waktu kerja, sehingga harus diteruskan walau pada saat liburan.

“Liburan biasanya untuk bikin putusan ataupun membaca buku. Kalau saya sering misalanya liburan sering ke kantor untuk membuat putusan dan mengoreksi berita acara. Karena hari hari biasa juga kita lebih banyak waktu untuk sidang, kalau ada waktu secara khusus membuat putusan jadi memang harus dimanfaatkan,” ujarnya kepada hukumonline melalui sambungan telepon, Jumat (22/5) lalu.

Selain untuk membaca buku dan membuat putusan, Djauhar juga suka mengisi liburan dengan wisata-wisata keliling daerah penempatan bersama dengan pegawai honorer. “Kadang mengajak honorer yang masih bujang untuk keliling naik sepeda motor untuk ngebolang. Meskipun ada mobil dinas, kita nggak pakai, supaya lebih flexible ya naik motor,” ujarnya.

“Sebenarnya ingin ke Danau Toba, tapi belum ada kesempatan. Jadi selama di Kisaran baru sekitar kabupaten yang masih masuk wilayah hukumnya kisaran, masih sekitar situ,” tambahnya lagi.

Bukan hanya Djauhar, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara Lilik Mulyadi juga mengaku kerap menngisi liburannya dengan membuat putusan. Namun selain itu, dia juga memanfaatkan waktu liburannya untuk membuat tulisan. Lilik memang dikenal sebagai hakim yang sangat produktif menulis buku.

“Kalau liburan panjang ke Bali nengok keluarga. Kalau liburan pendek biasanya baca buku dan buat tulisan, juga baca disertasi, ngajar. Pernah sekali-sekali naik gunung. Mahasiswa pinter, pengacara pinter, jaksa pinter, kalau hakimnya tidak pinter bagaimana. Jadi waktu libur itu merupakan kesempatan untuk memperdalam ilmu juga sekaligus mengejar ketinggalan dari tekhnologi,” jelasnya.

Sedangkan, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Dompu Nusa Tenggara Barat Djuyamto  menggunakan waktu liburannya untuk wisata dan juga mengenal daerah serta budaya setempat. “Liburan saya pergi ke wisata alam setempat dan juga sekalian mengenal budaya masyarakat setempat dan cara mereka hidup,” ujarnya.

“Itu kan juga mempengaruh mereka berinteraksi dengan seseorang. Artinya, kita mengenal karakter budaya kebiasaan dan itu sangat berguna untuk hakim untuk mengenal. Kondisi alam kan juga mempengaruhi kondisi seseorang,” tambahnya.

Djuyamto juga menjelaskan bahwa menjadi hakim ada suka-dukanya. Sukanya ialah menjadikan tempat penempatan sebagai wisata gratis. “Kalau secara pribadi hakim di tempat penugasan itu kan seperti wisata gratis sebenarnya. Kan di balik suka duka, sukanya mengenal seluruh tanah air budaya dan kondisi social,” tambahnya.

Sementara itu, Hakim Pengadilan Agama Muara Sabat, Darul Fadli punya cara unik mengisi liburan, yakni dengan menggosok batu akik. “Karena sekarang lagi suka batu akik, jadi beli mesin penggosok batu akik. Jadi liburan menggosok batu akik bersama teman-teman di sini,” ungkapnya.

Selain mengasah batu akik, dia juga kerap beraktivitas mancing. Hal tersebut dikarenakan lebih banyak sungai di daerah muara sabat. “Saya sekarang ini, liburan di Muara Sabat lampu mati hampir setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu, pasti mati. Kalau liburan disini karena dekat muara sungai dan pantai dan laut jadi suka mancing. Karena listik juga tidak mendukung,” pungkasnya.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua