Kamis, 11 Juni 2015

Menaker:Perlu Kerjasama Internasional Kurangi Pengangguran

ADY

Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri, mengatakan kerjasama internasional dibutuhkan untuk mengurangi pengangguran. Pasalnya, pengangguran sudah menjadi isu global yang perlu mendapat penanganan serius oleh masyarakat internasional. Diperkirakan ada 200 juta orang pengangguran di dunia dan tahun 2030 dibutuhkan sekitar 600 juta lapangan pekerjaan baru.
 
Hanif berpendapat pegangguran global bisa diatasi lewat kebijakan yang tepat dan kerjasama internasional. “Salah satu inti masalah dalam dunia ketenagakerjaan adalah penciptaan lapangan kerja (job creation). Untuk mencari solusi yang tepat tidak hanya dibutuhkan kerja keras dari pemerintah, tapi juga kontribusi dan dukungan dari mitra sosial yaitu kalangan pengusaha dan pekerja/buruh,“ katanya dalam keterangan pers yang diterima , Selasa (09/6).
 
Hanif mengutarakan usulannya tersebut dalam acara International Labour Conference (ILC) yang berlangsung 1-3 Juni 2015 di Jenewa, Swiss. Kegiatan itu dihadiri perwakilan dari 185 negara anggota ILO. Selaras itu ia mengusulkan ILO untuk memperhatikan pengangguran dan tenaga kerja usia muda (berusia 15-24 tahun). Itu perlu dilakukan agar mereka mampu bersaing di pasar kerja.
 
“Komitmen Negara-negara ILO terhadap penciptaan lapangan kerja bagi kaum muda ini harus dilakukan dengan mengupayakan penciptaan lapangan kerja (), baik sektor ketenagakerjaan formal maupun informal,“ usul Hanif.
 
Untuk mengurangi pengangguran usia muda, dikatakan Hanif, pemerintah Indonesia telah melakukan upaya diantaranya perbaikan layanan informasi lowongan kerja, penyelenggaraan bursa kerja, pelatihan kerja, pengembangan usaha kecil dan menengah.


hukumonline.com



job creation

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua