Kamis, 05 November 2015

Penggelapan Setelah Penipuan, Nebis In Idem

MYS
Mahkamah Agung memutuskan menolak permohonan kasasi Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tasikmalaya, Jawa Barat karena perkara yang diajukan bersifat nebis in idem. Terdakwa yang diajukan ke pengadilan sudah pernah didakwa menggunakan Pasal 378 KUHP (penipuan) dan putusan ini sudah berkekuatan hukum tetap. Belakangan, jaksa menyeret terdakwa lagi ke pengadilan dengan tuduhan melakukan penggelapan (Pasal 372 KUHP).
 
Majelis hakim agung dipimpin Sri Murwahyuni menilai perkara ini nebis in idem karena delik, tempus delicti, locus delicti, serta objek dan subjek perkara adalah sama. “Oleh karenanya, sesuai Pasal 76 KUHP terdakwa tidak dapat dituntut kembali untuk kedua kalinya,” tegas majelis dalam putusan MA No. 475K/Pid/2014 yang salinannya diunggah dalam laman resmi Mahkamah Agung.
 
Kasus ini adalah tentang penggelapan mobil. Terdakwa meminjam mobil dari seseorang lalu menjaminkan mobil itu kepada seorang pengusaha untuk meminjam uang 20 juta rupiah. Di tingkat pertama, majelis hakim mengeluarkan penetapan bahwa dakwaan nebis in idem. Upaya jaksa untuk menempuh langkah lanjutan ke Pengadilan Tinggi Bandung dan Mahkamah Agung.
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua