Jumat, 01 July 2016

32 Fakultas Hukum Siap Bertarung dalam LDHON 2016

Dari wilayah Indonesia paling barat ada tiga perguruan tinggi asal Sumatera Utara, sedangkan dari wilayah Indonesia paling timur asalnya dari Nusa Tenggara Timur.
RIA
Foto: hukumpedia

Menuju kompetisi debat hukum pertama yang dilaksanakan dengan menggunakan sistem daring atau online, Lomba Debat Hukum Online Nasional (LDHON) 2016, resmi sudah 32 Fakultas Hukum dari berbagai universitas yang tersebar di wilayah Indonesia terdaftar. Seluruhnya, siap bertarung dan meramaikan kegiatan ini.
 
Berdasarkan letak geografis, tim dari Medan, Sumatera Utara, merupakan tim dengan asal paling jauh di bagian barat Indonesia. Tak hanya ada satu tim, tapi ada tiga tim sekaligus dari tiga universitas yang berbeda di Sumatera Utara. Mereka adalah Universitas Pembangunan Panca Budi Medan, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, dan Universitas Islam Sumatera Utara.
 
Sementara,  dari wilayah timur, peserta yang akan unjuk gigi dalam ajang dengan bertemakan “Mendorong Partisipasi Publik dalam Reformasi Hukum” yang digelar oleh Hukumonline.com ini, adalah delegasi dari Fakultas Hukum Universitas Flores (Uniflor), Nusa Tenggara Timur.
 
, siapa saja ya penantang mereka? Ini dia daftar lengkap 32 peserta LDHON 2016:
 










































































































No.

Perguruan Tinggi

No.

Perguruan Tinggi

1

FH Universitas Bung Hatta, Padang

17

FH Universitas Katholik Atmajaya, Jakarta

2

FH Universitas International Batam

18

FH UPN Veteran, Jakarta

3

FH Universitas Andalas, Padang

19

FH Universitas Kristen Indonesia, Jakarta

4

FH Universitas Pembangunan Panca Budi, Medan

20

FH Universitas Indonesia, Depok

5

FH Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

21

FH Universitas Surabaya

6

FH Universitas Islam Sumatera Utara

22

FH Universitas Jayabaya, Jakarta

7

FH Universitas Lampung

23

FH Universitas Pamulang, Tangerang

8

FH Universitas Jember

24

FH Universitas Jendral Soedirman, Purwokerto

9

FH Universitas Parahyangan, Bandung

25

FH Universitas Trisakti, Jakarta

10

FSH Universitas Islam Negeri Jakarta

26

FH Universitas Pakuan Bogor

11

FH Universitas Pancasila, Jakarta

27

FH Universitas Tujuh Belas Agutus 1945

12

FH Universitas Padjadjaran, Bandung

28

FH Universitas Semarang

13

FH Universitas Airlangga, Surabaya

29

FH Universitas Kristen Maranatha, Bandung

14

FH Universitas Bina Nusantara, Jakarta

30

FH Universitas Hassanudin, Makassar

15

FH Univeritas Pelita Harapan, Tangerang

31

FH Universitas Islam Negeri Allaudin, Makassar

16

Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, Jakarta

32

FH Universitas Flores, Nusa Tenggara Timur

 
Panitia penyelenggara yang berasal dari tim komunitas Hukumonline, , menyebutkan bahwa dari seluruh kampus yang diundang, ada 35 fakultas hukum yang mengembalikan formulir pendaftaran. Namun, sebagaimana sejak awal telah ditetapkan bahwa hanya ada 32 kursi yang tersedia, maka tiga fakultas hukum lainnya harus gugur.
 
“Berdasarkan prinsip – mulai Februari kemarin, maka 32 pendaftar pertama lah yang berhak mengikuti liga debat ini,” kata tim Hukumpedia saat mempublikasikan hasil rekapan peserta yang telah terdaftar.
 
Penting untuk diketahui bahwa dalam kegiatan LDHON ini, setiap opini atas mosi yang mereka dapatkan akan disampaikan melalui video yang diunggah melalui saluran youtube.com. Interaksi dan saling balas argumen pun akan dilakukan melalui platform yang sudah disiapkan oleh hukumpedia.
 
Cara ini tentunya mempermudah setiap mahasiswa yang ingin berpartisipasi dalam acara serupa. Pasalnya mereka kini tak perlu lagi memikirkan besarnya biaya transportasi dan akomodasi atau absen dari kelas dosen karena harus hadir dalam kegiatan tersebut. Nah, penasaran kan bagaimana LDHON 2016 ini berlangsung?
 
Terus ikuti perkembangannya karena sebentar lagi kegiatan ini akan digelar. Semangat dan selamat bertanding untuk 32 tim pemberani!






Hmm

www.hukumpedia.com

first come, first serve yang sudah kami gaungkan sejak awal publikasi acara



killer

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua