Selasa, 05 September 2017

Serunya Bimbingan Kerja Profesi Hukum Ala Hukumonline

Menghadirkan pemateri berkelas. Tak hanya diikuti alumni yang masih fresh, tetapi juga yang rela ‘cabut’ kelas.
Norman Edwin Elnizar
Para peserta pelatihan hukumonline. Foto: HOL

Menyandang gelar Sarjana Hukum (SH) adalah penantian bagi setiap mahasiswa Fakultas Hukum dalam perjalanan studi sepanjang semester. Ketika akhirnya berhasil melewati sidang skripsi dan dinyatakan lulus, senyum sumringah sang sarjana akan menghiasi hari-hari hingga tiba upacara wisuda. Sayangnya senyum ini bisa hilang manakala belum mendapatkan pekerjaan. Sehari setelah wisuda, pertanyaan ‘kerja dimana nanti?’ Akan datang bertubi-tubi.
 
Faktanya, tak sedikit mahasiswa yang lupa merencanakan profesi apa yang akan dijalani setelah lulus. Mungkin saja sudah punya rencana tapi kurang bahkan belum mempersiapkan langkah-langkah mencapainya hingga mendapat gelar SH. Alhasil, penyandang SH akan gelisah berhari-hari merenungi langkah apa yang harus ditempuh untuk menjalani hidup baru.
 
Biasanya berbekal portofolio dan pengetahuan terbatas para terjun bebas atau mengirim berkas lamaran ke berbagai firma hukum, perusahaan, atau lowongan profesi hukum apa saja.  Mereka yang lulus dari perguruan tinggi ternama dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi umumnya cepat lolos tahap administrasi untuk tahap wawancara. Namun IPK tinggi tak menjamin pasti lolos. Banyak yang gagal saat diwawancara antara lain akibat minimnya pengetahuan tentang profesi yang dilamar.
 
(Baca juga: ).
 
Untuk membantu para inilah Hukumonline Training Center untuk pertama kalinya menyelenggarakan Pelatihan bertema “Bimbingan Kerja Untuk Hukum” di Jakarta pada 29-31 Agustus 2017. Tidak hanya para sarjana baru, mahasiswa tingkat akhir pun diundang hadir mengikuti pelatihan ini. Bersama para profesional handal berpengalaman puluhan tahun, berbagai profesi hukum di sektor hukum bisnis dikupas tuntas dalam pelatihan selama tiga hari.
 
Managing Partner dari firma hukum Assegaf Hamzah & Partners (AHP), Bono Daru Adji bersama salah satu AHP, Muhammad Renaldi Zulkarnain, memaparkan seluk-beluk pekerjaan serta tips dan trik menjalaninya. AHP adalah salah satu firma hukum terbaik Indonesia yang beberapa kali meraih penghargaan tingkat Asia.
 
“Penamaan ini berdasarkan praktek yang muncul di dunia komersial saja, yang membedakan antara dengan yang mengurus perorangan,” jelas Bono mengawali presentasinya.
 
Berbagai jenis pekerjaan serta ruang lingkup bidang industri yang ditangani oleh dijelaskan Bono berdasarkan pengalamannya selama lebih dari dua puluh tahun berpraktek. Dengan pemaparan mengenai pengetahuan dasar serta keahlian teknis yang dibutuhkan dalam dunia praktek , Renaldi melengkapinya dengan materi etika dasar serta dalam profesi ini. Simulasi rekrutmen atau advokat baru di AHP juga diberikan kepada para peserta pelatihan ini dengan mendiskusikan contoh kasus yang biasanya diberikan saat sesi wawancara. Lalu, Bono berbagi tips agar sukses saat menjalani wawancara rekrutmen di sebuah firma hukum.
 
(Baca juga: ).
 
Para peserta kali ini datang dari dan mahasiswa tingkat akhir sejumlah kampus luar Jakarta seperti Universitas Udayana (Unud) Bali, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Universitas Padjajaran (Unpad) dan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung. Tidak ketinggalan  peserta asal Jakarta dari Universitas Trisakti, Universitas Bina Nusantara, Universitas Katolik Atma Jaya, dan Universitas Indonesia.
 
Dimas Ari Wicaksono, asal UGM, menyatakan ketertarikannya pada pelatihan ini karena materi yang diberikan tidak pernah diberikan selama perkuliahan. “Dulu kan lebih ke masalah teori. Workshop ini membantu gambaran penerapan praktek dalam kasus konkrit. Saya menikmati sekali, mencerahkan,” jelasnya.
 
(Baca juga: ).
 
Lain lagi Zerry Akbar, asal Unair yang secara khusus hadir dari Surabaya karena tertarik dengan para narasumber. “Pengalaman dari , kaliber sekali, (pelatihannya) cukup melampaui ekspektasi saya,” ujarnya kepada di akhir sesi pelatihan.
 
Berkaitan dengan yang biasa melayani klien perusahaan, diperkenalkan pula profesi atau bisa disebut penasehat hukum internal dalam perusahaan yang juga memberikan jasa hukum bagi perusahaan. Biasanya mereka bertugas di divisi hukum khusus yang bekerjasama lintas divisi untuk menangani berbagai keperluan perusahaan dalam urusan hukum. Pada sesi ini dihadirkan Saradesy Sumardi perusahaan multinasional 3M Indonesia.
 
Sebelum bekerja untuk 3M, Desy, demikian ia biasa disapa, telah berprofesi sebagai di berbagai perusahaan multinasional lainnya selama belasan tahun. Desy memaparkan dengan pengalamannya bagaimana bekerjasama lintas unit mulai dari HRD, Internal Audit, Compliance, Corporate Secretary, hingga langsung berurusan dengan jajaran Direksi. Dijelaskan pula jenis-jenis dokumen perusahaan yang harus dipahami dalam menjalankan peran sebagai penasehat hukum bagi perusahaan. Desy juga memberikan simulasi khusus bagi peserta mengenai kasus hukum yang biasa ditangani dalam perusahaan.
 
(Baca juga: ).
 
Para peserta juga disajikan pemaparan mengenai teknis kerja dalam berbagai jenis kasus oleh Arief T.Surowidjojo. Partner sekaligus pendiri dari kantor hukum Lubis Ganie Surowidjojo (LGS) yang telah mewarnai praktek hukum bisnis Indonesia sejak 1985. Sebagai seorang senior dalam dunia hukum bisnis, Arief menggambarkan sisi lain praktek agar tetap menekankan pentingnya integritas moral dalam membela kepentingan klien.
 
“Selalu berpikir bahwa semua tindakan anda bukan kepentingan anda, bukan kepentingan orang lain, tapi kepentingan klien anda, sepanjang itu memenuhi moral,” ujar Arief.
 
Ia juga memaparkan seluk beluk kontrak yang biasa ditanganinya beserta pengalaman pribadi menjalani tantangannya. “Kalau mau bersih, bersih sekalian, jangan tanggung,” pesannya.
 
Salah satu peserta lulusan Universitas Brawijaya (UB) dan Tilburg University Belanda, M. Fadra, mengaku puas, “, saya nggak menyangka akan seintensif ini. Kita tahu ada beberapa kursus di luar . Ketika di sini saya kaget, speakernya banget, nggak main-main, langsung partnernya diundang!” ungkapnya.
 
Peserta lain, Sinta Sriwijaya, adalah mahasiswi tingkat akhir yang baru memulai skripsi dan mengaku sengaja “cabut” kelas perkuliahan untuk menghadiri sesi pelatihan ini. “Kenapa saya pengen banget ikut, narasumbernya luar biasa, lawfirm yang pengen dimasukin,” katanya.
 
Menurut Sinta, pengarahan tentang dunia profesi hukum yang tersedia di kampusnya masih minim baik berupa workshop maupun dalam sesi konsultasi khusus.

Pelatihan ini juga mengenalkan peserta dengan bisnis proses utama yang biasa ditangani baikmaupun yaitu . Muhammad Kadri, Managing Partner sekaligus pendiri firma hukum AKSET (Arfidea Kadri Sahetapy-Engel Tisnadisastra) ini memaparkan jenis-jenis , tujuan serta lingkup dari berbagai jenis , hingga teknis menyusun penyusunan laporan
 
Grace dan Debora, dua mahasiswi semester VII dari perguruan tinggi negeri di Surakarta, merasa pelatihan ini sangat banyak memberikan ruang diskusi untuk memasuki dunia profesional yang mereka minati. Yang paling mereka sukai adalah adanya sesi simulasi kasus yang didiskusikan para peserta bersama para narasumber. Begitu pula tanggapan Edo, dari Semarang yang mengaku para pembicara sangat terbuka memancing partisipasi tanpa ada sekat yang membuat mereka segan untuk bertanya,”Saya kira bakal ada sekat, tapi pesertanya nanya apapun pasti dijawab, bagus,” katanya.
 
Sesi akhir dari pelatihan ini menghadirkan PT Vale Indonesia Tbk., Ratih D. Amri untuk menjelaskan seluk-beluk pekerjaan . Perusahaan multinasional yang telah beroperasi di Indonesia sejak 1968 ini telah ditangani Ratih sejak pertama kali divisi hukumnya dibentuk pada tahun 2005. Jabatan Ratih akhirnya mencapai puncak karir saat ini sebagai merangkap Vale Indonesia. Profesi yang menurut Ratih sangat cocok diisi orang hukum ini banyak berkaitan dengan pelaksanaan . Ia memaparkan berbagai kualifikasi dan keahlian yang dibutuhkan untuk meniti karir sebagai , terutama di perusahaan yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Materi khusus dari tim Hukumonline adalah teknik menyusun ringkasan dan analisis peraturan, khususnya untuk membuat yang diberikan langsung oleh Manajer Penelitian dan Analisis Hukum divisi Hukumonline English, Robert Sidauruk bersama dengan salah satu analis hukum, Ricky Pratomo.
 
Tertarik ikut pelatihan ini? Jangan lewatkan Pelatihan Hukumonline “Bimbingan Kerja Untuk Hukum” batch selanjutnya!




fresh graduate trial & error

Siapa Bilang Sarjana Hukum Tak Bisa Berkarir di Industri Asuransi? Simak Peluang Ini

fresh graduateFresh Graduate

senior associatecorporate lawyer

corporate lawyerlawyer

corporate lawyercorporate lawyergood conduct junior associate

Mengenal Peran Legal Counsel Perusahaan Tambang dan Tantangannya

fresh graduate



Mau Jadi Kurator? Simak Cerita Para Kurator Ini

fresh graduate experthukumonline

corporate lawyerin house counsel Country Legal Counsel

in house counsel in house counselin house counsel

Mengenal Jack Chen, In House Counsel Google yang Tuna Netra

corporate lawyercorporate lawyer





Beyond my expectationsometimes they didn’t meet your expectation“gila-gila”





corporate lawyer in house counsellegal due diligencelegal due diligencelegal due diligencelegal due diligence.

fresh graduate

Director of Legal and Corporate SecretaryCorporate Secretaryin house counselCorporate Secretary good corporate governanceCorporate Secretary

legal memo

Fresh Graduate

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua