Rabu, 24 January 2018

Ruang Intervensi dalam Reformasi Hukum Kita Oleh: Gita Putri Damayana*)

​​​​​​​~ Untuk Asep, Dodo dan Supi
RED
Gita Putri Damayana. Foto: PSHK

Terhitung sejak bulan Januari 2018, masyarakat sipil Indonesia, khususnya yang bergerak di bidang hukum kehilangan tiga orang figurnya. Asep Rahmat Fadjar, Widodo Budidarmo dan Supriyanto Widodo Eddyono; yang akrab kami panggil Asep, Dodo dan Supi telah berpulang keharibaan-Nya. Asep telah berpulang setahun sebelumnya di Januari 2017, sementara Dodo dan Supi berturut-turut di Desember 2017.

 

Kiprah terakhir Asep adalah di Kantor Staf Presiden (KSP), Dodo di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH) Jakarta dan Supi adalah Direktur Eksekutif Indonesia Criminal Justice Reform (ICJR). Kepergian mereka bertiga yang begitu cepat mengingatkan akan isu dan agenda reformasi hukum yang sedang berjalan.

 

Asep berperan besar dalam menyusun konsep reformasi regulasi yang hendak diusung Presiden Joko Widodo. Sementara Dodo, selain mendirikan organisasi Arus Pelangi yang memperjuangkan hak-hak sipil warga LGBT, di tahun-tahun terakhir hidupnya aktif menjadi penggalang dana untuk LBH Jakarta. Supi sendiri aktif melakukan advokasi reformasi hukum pidana melalui jalur uji materi peraturan perundang-undangan di Mahkamah Konstitusi (MK).

 

Aktivitas dan jalur yang dipilih (dan ditinggalkan) oleh Asep, Dodo dan Supi merupakan model intervensi baru dari masyarakat sipil terhadap isu reformasi hukum. Tulisan ini bermaksud mengelaborasi model intervensi yang ditinggalkan almarhum Asep, Dodo dan Supi terhadap agenda reformasi hukum.

 

Mengapa hal ini perlu dibahas? Karena dampak reformasi hukum tidaklah hanya untuk mereka yang berprofesi di bidang hukum saja. Reformasi hukum membicarakan kelembagaan penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan, lembaga peradilan, Mahkamah Agung (MA) serta Mahkamah Konstitusi. Keputusan sektoral di masing-masing institusi tersebut seperti soal tilang atau batas denda untuk tindak pidana ringan misalnya, imbasnya akan sama untuk Rizal di Sawahlunto atau Sugeng di Kediri.

 

Berbicara reformasi hukum tentunya tidak sebatas proses dan performa penegakan hukum, tapi termasuk pengawalan pembentukan regulasi dari tingkat pusat serta daerah hingga inisiatif dari kelompok masyarakat sipil sebagai salah satu aktor dalam pembangunan hukum. Dalam semesta itulah ruang intervensi yang telah dirintis serta diciptakan oleh almarhum Asep, Dodo dan Supi menjadi menarik untuk dibicarakan.

 

Karir Sebagai Perwujudan Ruang Intervensi

Pada awal karirnya di bidang reformasi hukum, Asep ikut mendirikan Mahasiswa Pemantau Peradilan (MAPPI-FHUI), sebuah organisasi yang berisikan mahasiswa berbasis kampus yang aktif dalam isu-isu peradilan. Kemudian Asep sempat selama beberapa waktu menjadi juru bicara Komisi Yudisial saat Busyro Muqqodas menjadi pimpinan.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua