Selasa, 13 March 2018

PN Tangerang Benarkan Hakim dan Panitera Terjaring OTT KPK

Aji Prasetyo

Humas Pengadilan Negeri Tangerang Irfan Siregar membenarkan kabar yang beredar jika nama hakim yang ditangkap KPK adalah Wahyu Widya Nurfitri. "Iya, iya (Widya), kata Irfan kepada Hukumonline, Selasa (13/3). 

 

Irfan juga mengatakan KPK telah menyegel dua ruangan di Pengadilan Negeri Tangerang. Diketahui, satu ruangan merupakan lokasi empat orang hakim yang salah satunya adalah Widya, dan satu ruangan lagi ada sebuah meja yang ditempati oleh Tuti Atika, nama panitera pengganti yang ikut dicokok KPK. 

 

Saat ditanya mengenai kasus perdata apa yang sedang ditangani hakim Widya yang berhubungan dengan OTT ini, Irfan mengaku belum mengetahuinya. Apalagi kejadian itu terjadi pada sore menjelang Maghrib dan sebagian pegawai pengadilan sudah meninggalkan tempat kerjanya.

 

Ada dugaan tangkap tangan ini dilakukan lebih dari satu lokasi. Sebab ketika terjadi tangkap tangan Widya sedang cuti. "Kita gak tau pasti karena yang bersangkutan sudah dua hari cuti keluar kota, jadi hari Senin enggak masuk juga,” tambahnya. 

 

Tidak banyak informasi tentang hakim Widya. Ia diketahui pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Gunungsugih, Lampung Tengah. Pada saat menjabat, wanita kelahiran Semarang 13 Januari 1967 ini pernah melaporkan bawahannya atas dugaan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan. Widya juga tercatat pernah menjabat sebagai Wakil Ketua PN Rangkas Bitung, hakim di PN Depok dan hakim di PN Lubuk Linggau.

 

Dari hasil OTT, KPK mengamankan tujuh orang dari berbagai unsur, mulai dari hakim, panitera, advokat hingga swasta. "Kemarin sore menjelang magrib memang ada tim KPK yang lakukan kegiatan terkait sidang perdata di PN Tangerang. Diamankan 7 orang dari unsur hakim, PP (Panitera Pengganti), PH (Penasihat Hukum) dan swasta," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

 

Kegiatan OTT ini, kata Febri, dilakukan karena diduga telah terjadi transaksi yang melibatkan aparat penegak hukum, atau penyelenggara negara di PN Tangerang terkait kasus perdata yang disidangkan di pengadilan tersebut. Saat ini ketujuh orang yang dimaksud sedang menjalani pemeriksaan intensif di KPK. 

"Ada uang yang diamankan, tim masih ada waktu maksimal 24 jam untuk tentukan status hukum orang-orang yang diamankan tersebut. Nanti akan kami infokan lebih lanjut," terang Febri. 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua