Sabtu, 21 April 2018

​​​​​​​Potret 15 Perempuan Tangguh di Sektor Hukum

​​​​​​​Masing-masing sosok memiliki cara tersendiri untuk melihat dunia hukum Indonesia dari kacamatanya sendiri.
Fathan Qorib
Ilustrasi: BAS

Sebanyak 15 sosok perempuan tangguh yang berkecimpung di dunia hukum terpilih menjadi Srikandi Hukum 2018. Seluruhnya memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Mulai dari pegawai negeri hingga penegak hukum. Dari bankir sampai aktivis. Tapi yang pasti, semuanya memiliki kelebihan dan tangguh di bidangnya masing-masing.

 

Mengangkat profil para perempuan yang masuk kategori Srikandi Hukum telah dilakukan Hukumonline sejak beberapa tahun belakangan. Beragam sosok dan profesi ramai menghiasi Srikandi Hukum tiap periode. Kali ini, merupakan kali ketiga bagi Hukumonline mengangkat profil para Srikandi Hukum Tanah Air.

 

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, sosok Srikandi Hukum kali ini juga mengangkat profil para perempuan yang gigih di dunia hukum. Bagaimana masing-masing sosok srikandi berjuang membangun hukum Indonesia ke arah lebih baik. Dan tentu saja, sejalan dengan profesi yang diembannya.

 

Cara yang dilakukan para srikandi pun berbeda-beda dalam mengembangkan hukum di Indonesia. Ada yang lewat pendidikan yakni membagi ilmu untuk mencetak anak didik yang berprestasi di bidang akademik ilmu hukum. Harapannya, prestasi tersebut dapat tertular dan berujung pada perkembangan ilmu hukum di Indonesia.

 

Ada pula yang concern menegakkan hukum melalui rangkaian advokasi. Benih-benih menjadi pejuang di sektor hukum sudah terlihat sejak dini. Karakter memperjuangkan yang benar selalu dipegang hingga kini. Advokasi dan membela “kaum papa” dilakoni hingga orang yang teraniaya.

 

Baca:

 

Dalam tulisan, selain membahas profil para srikandi, juga mengangkat perjalanan karir masing-masing sosok. Alasan di balik memilih dunia yang ditekuni sekarang juga menjadi pembahasan menarik untuk diulas. Tak jarang di antara mereka tak sengaja “kecemplung” dalam dunia hukum.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua