Selasa, 23 October 2018

Cara Lucas ‘Melawan’ KPK

Kuasa hukum Lucas, Wa Ode Nur Zainab membantah yang dilakukan kliennya bukanlah strategi untuk melawan KPK, tetapi memang sesuai fakta sebenarnya.
Aji Prasetyo
Lucas berompi oranye saat di gedung KPK. Foto: RES

Lucas, advokat yang menjadi tersangka karena diduga membantu kabur mantan Presiden Komisaris Lippo Group ini mengajukan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Namun permohonan itu tidak lama karena langsung dicabut oleh pihak Lucas sendiri.

 

Humas PN Jakarta Selatan Achmad Guntur membenarkan adanya pencabutan permohonan praperadilan tersebut. Menurutnya, dalam permohonan praperadilan, Lucas tidak langsung bertindak sendiri, tetapi melalui kuasa hukumnya. “Melalui PH (Penasihat hukum),” kata Guntur saat dikonfirmasi Hukumonline, Senin (22/10/2018).

 

Surat permohonan pencabutan praperadilan sendiri diterima PN Jakarta Selatan pada Jumat (19/10). Alasannya, karena ada perubahan dan penambahan terhadap materi permohonan praperadilan. Dengan alasan ini, kemungkinan besar pendiri kantor hukum Lucas S.H. and Partners itu akan kembali mengajukan permohonan praperadilan.

 

Lucas tak hanya mengajukan permohonan praperadilan sebagai bentuk perlawanan terhadap KPK. Dalam proses penyidikan pada 4 Oktober 2018, Lucas juga tidak mau diambil contoh suara oleh tim penyidik KPK.

 

“Penyidik membuat berita acara penolakan karena tersangka kembali menolak menandatangani berita acara tersebut. Sesuai hukum acara yang berlaku, penyidik membuat Berita Acara penolakan penandatanganan atas berita acara penolakan pengambilan sampel suara tersebut,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah ketika itu.

 

Pada 10 Oktober 2018, KPK kembali memeriksa Lucas. Tetapi, ia mengeluh sakit dan enggan diperiksa penyidik. Febri mengatakan pihaknya tidak akan bergantung pada pengakuan ataupun sangkalan. Materi pemeriksaan ketika itu selain mengkonfirmasi sejumlah hal seperti kronologis dan peran tersangka, juga mendengar dan memberi ruang bagi tersangka untuk bicara.

 

Pada 20 Oktober 2018, KPK mengumumkan perpanjangan penahanan terhitung mulai 21 Oktober 2018 selama 40 hari ke depan. “Kemarin, selain secara formil dilakukan perpanjangan penahanan 40 hari tersebut, karena tersangka mengeluh sakit, maka dilakukan pemeriksaan oleh dokter KPK. Menurut dokter, hasilnya fit to be questioned. Pemeriksaan tetap tidak bisa dilanjutkan karena keluhan sakit tersebut,” terang Febri.  

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua