Senin, 19 November 2018

Ragam Janji dalam Proposal Perdamaian PKPU Merpati

Ada ribuan kreditur menanti utangnya dilunasi. Restrukturisasi utang jadi solusi.
Mochamad Januar Rizki
Foto: youtube.com

Bagaikan lolos dari lubang jarum. Begitu gambaran tepat bagi salah satu maskapai penerbangan milik negara PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati) usai majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang diketuai Sigit Sutriyono mengabulkan proposal perdamaian yang diajukan maskapai kepada sejumlah kreditur pada pekan lalu.

 

Putusan perdamaian atas permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) ini diajukan PT Parewa Catering dengan Nomor 04/Pdt.sus/2018/PN Niaga Surabaya. Pengabulan proposal perdamaian itu juga didasarkan dipenuhinya persetujuan atau kuorum kreditur sesuai dengan UU Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

 

Setelah empat tahun tersesak akibat beban utang, putusan ini memberi napas panjang bagi maskapai yang beridiri sejak 1962 tersebut sekaligus mengeluarkan perusahaan dari ancaman pailit. Tercatat, beban utang Merpati saat ini sekitar Rp 10,7 triliun sedangkan aset perusahaan tercatat sekitar Rp 1 triliun. Kondisi keuangan perusahaan terus memburuk karena berhenti beroperasi sehingga tidak mencatatkan pendapatan sejak empat tahun silam.

 

Berdasarkan jenis krediturnya, Merpati memiliki utang kepada kreditur konkuren (kreditur tidak berjamin) sebesar Rp 5,2 triliun. Kemudian, utang kepada kreditur separatis (pemegang jaminan) sebesar Rp 3,3 triliun dan kreditur preferen seperti para pekerja mencapai Rp 1,7 triliun.

 

Tidak ingin berakhir pailit, Merpati menggunakan kesempatannya mengajukan proposal perdamaian dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Dalam proposal perdamaian tersebut, Merpati menawarkan sejumlah perjanjian kepada para kreditur (pemberi pinjaman) untuk memenuhi kewajibannya membayar utang yang selama ini tertunggak.

 








UU Kepailitan dan PKPU



Pasal 265:



Debitor berhak pada waktu mengajukan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang atau setelah itu menawarkan suatu perdamaian kepada Kreditor.


 

Kuasa hukum Merpati, Rizky Dwinanto menjelaskan proses penyelesaian melalui proposal perdamaian ini tidak berjalan mulus. Tidak hanya beban utang jumbo, perseroan juga harus berusan dengan jumlah kreditur yang terbilang banyak termasuk Kementerian Keuangan dan PT Pertamina Persero.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua