Selasa, 22 January 2019

Gugatan Penumpang Garuda Tersiram Air Panas Dikabulkan Sebagian

Putusan ini diharap menjadi preseden baik dan dijadikan pembelajaran bagi seluruh maskapai agar ke depan lebih berhati-hati dalam memberikan pelayanan guna melindungi hak-hak konsumen.
Hamalatul Qur'ani

Insiden tumpahnya air panas yang mengakibatkan melepuhnya kulit dada penumpang pesawat Garuda, B.R.A Koosmariam Djatikusumo pada 27 Desember 2017 lalu, akhirnya diputus majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) pada Selasa (22/1).

 

Dalam pertimbangannya, Majelis Hakim yang terdiri dari Marulak Purba (Ketua majelis), Agustinus Setya Wahyu Triwiranto (Hakim Anggota) dan Titik Tejaningsih (Hakim Anggota) menolak gugatan ganti rugi materiil penggugat senilai Rp 1,2 miliar, namun majelis menerima gugatan immateriil penggugat sebagian.

 

“Mengabulkan gugatan sebagian, menyatakan tergugat telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum, menghukum tergugat membayar ganti rugi immaterial senilai 200 juta rupiah,” kutipan amar putusan yang dibacakan Ketua Majelis, Marulak Purba.

 

Sebelumnya, nilai kerugian immateriil yang dimohonkan penggugat cukup fantastis, yakni senilai Rp 10,5 miliar. Namun berdasarkan pertimbangan rasa kepatutan dan keadilan, akhirnya majelis menjatuhkan hukuman immateriil senilai Rp 200 juta.

 

Pertimbangannya, peristiwa itu telah mengakibatkan penggugat merasakan sakit dan luka hingga berkurang nilai estetika dan rasa sensitifitasnya. Dengan begitu, majelis berpendapat bisa dipastikan selain membawa dampak rasa sakit secara fisik, hal itu turut menimbulkan rasa kesedihan dan kekecewaan yang menyiksa bathin penggugat sebagai seorang perempuan serta merenggut rasa kesenangan diri penggugat baik saat menderita sakit hingga saat ini.

 

“Sehingga sangatlah berdasar untuk menghukum tergugat agar memberi ganti rugi immateriil kepada penggugat, hanya saja nilai kerugian immaterial senilai 10 miliar menurut majelis tidak sesuai dengan rasa keadilan dan kepatutan, nilai yang sesuai adalah sebesar 200 juta rupiah,” begitu kutipan amar putusan yang dibacakan Ketua Majelis, Marulak Purba.

 

Adapun soal gugatan kerugian materiil, majelis berpendapat bahwa pokok gugatan tersebut tak berdasar. Alasannya, tergugat nyatanya telah membayar biaya pengobatan, perawatan, check-up atau biaya kontrol sebagai bentuk pertanggungjawaban tergugat.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua