Jumat, 29 Maret 2019

Ini Dia Daftar Corporate Law Firm Terbesar dan Menengah Indonesia 2019

​​​​​​​Penambahan yang ada itu berdasarkan kebutuhan, bukan karena ingin bombastis menjadi besar.
Normand Edwin Elnizar/Fathan Qorib

Hampir dua bulan survei corporate law firms 2019 diolah tim hukumonline.com. Waktu ini terhitung mulai dari pengiriman kuesioner melalui surat elektronik ke masing-masing kantor hukum, pengolahan data, hingga penyajian. Hukumonline.com sadar bahwa waktu tersebut tidaklah singkat. Namun, unsur kehati-hatian menjadi pegangan utama bagi Tim Litbang dan Redaksi hukumonline.com sebelum menyajikan hasil ke pembaca.

 

Dari ratusan kantor hukum yang merupakan pelanggan hukumonline.com, sebanyak 85 law firm yang mengisi survei secara online tersebut. Jumlah ini jauh lebih besar jika dibandingkan survei corporate law firm tahun lalu. Dari 25 kantor hukum yang diminta mengisi survei tahun lalu, sebanyak 19 law firm yang mengisi kuesioner dan bisa diverifikasi data-datanya. Sehingga, jika dibandingkan dengan tahun ini, maka jumlah responden kantor hukum pada survei corporate law firm 2019 meningkat 4,5 kali lipat jika dibandingkan tahun 2018.

 

Tentu, jumlah responden yang fantastis ini mengubah banyak hal. Baik dari segi waktu pengolahan data hingga penyajiannya. Kali ini, hukumonline.com membagi dua jenis penyajian pemeringkatan corporate law firm 2019. Pertama, Top 30 Largest Indonesian Corporate Law Firms 2019. Dan kedua, Recognized Mid-Sized Indonesian Corporate Law Firms 2019.

 

Hukumonline.com berharap, melalui pemeringkatan ini semakin mendorong banyak terbentuknya law firm Indonesia yang besar dan memiliki kualitas serta profesionalisme. Sehingga, kantor hukum Indonesia tersebut dapat bersaing atau bahkan lebih unggul dari law firm internasional.

 

Dalam berbagai publikasi regional maupun internasional, jumlah fee earners pada sebuah kantor hukum bisa mencapai ribuan orang. Salah satunya dari majalah Asian Legal Business, yang melaporkan bahwa jumlah fee earners menjadi patokan besaran sebuah kantor hukum di berbagai negara. Rata-rata, negara tetangga Indonesia khususnya di Asia Tenggara dalam satu kantor hukum jumlah fee earnersnya paling banyak di bawah 200 orang. Hanya India dan Singapura yang jumlah fee earnersnya lebih dari 200 orang. Angka ini jauh dari law firm asal China yang jumlah fee earnersnya lebih dari 6500 orang pada satu kantor hukum.

 

Kedua jenis pemeringkatan tersebut memiliki kesamaan penilaian, yakni berdasarkan jumlah total fee earners di masing-masing kantor hukum. Fee earners tersebut terdiri dari jumlah partner, associate, of counsel hingga advokat asing. Fee earners terbanyak tentu akan menjadi juaranya. Jika terdapat kesamaan total jumlah fee earners pada beberapa corporate law firm, maka pemeringkatan kemudian akan membandingkan jumlah dengan urutan partner, assosiate, of counsel, dan jumlah advokat asing.

 

Seluruh kantor hukum atau responden yang ikut survei Corporate Law Firms 2018 lalu mayoritas masuk dalam 30 besar pemeringkatan pada tahun ini. Hal ini membuktikan eksistensi para kantor hukum tersebut pada dunia hukum korporasi di Indonesia. Hasil survei tahun ini semakin menarik dengan munculnya fakta bahwa terdapat naik turun jumlah fee earners pada masing-masing kantor hukum yang ikut serta dalam survei tahun ini dan tahun lalu.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua